Hargo.co.id GORONTALO – Beberapa pekan terakhir kapal tongkat terlihat di seputaran perairan Gorontalo, kapal yang memuat batubara untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Molotabu.
Akibat kapal tongkang ini kondisi air di taman laut olele berubah kecoklatan, warga setempat pun sempat herga bahkan menduga, keruhnya air laut pantai Olele karena aktivitas kapal tongkang yang memuat batubara.
Tercemarnya laut Olele ini, dikhawatirkan berdampak pada sektor pariwisata. Seperti diketahui, Olele merupakan kawasan taman laut andalan di Gorontalo.
Menurut Donal salah seorang warga setempat, keruhnya air Olele seperti ini sudah sering terjadi ketika kapal tongkang yang memuat batubara datang. “Ini kalau ada penurunan muatan barubara di PLTU Molotabu,” kata Donal.
Namun demikian diakuinya bahwa kondisi air yang berubah warna ini hanya terdapat pada permukaannya saja, sedangkan dibawahnya tidak terkena dampaknya, “Tapi kan kalau ada tamu-tamu mereka pasti lihat permukaannya,” keluhnya lagi.
Ketua Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) Gorontalo, Marten Chandra ketika dimintai tanggapannya mengatakan, harus ada tindakan nyata agar tidak terjadi pencemaran yang diduga dari kapal tongkang memuat batubara itu.
“Takutnya, kalau efek arusnya ke arah whaleshark (hiu paus), bisa lari whaleshark-nya,” ujar Marten. Jika pemerintah tidak cepat bertindak, maka bukan hanya pencemaran saja yang akan mengganggu dive spot, akan tetapi bisa berimbas pada lingkungan di sekitarnya.
Jika sudah rusak lingkungannya, apalagi yang bisa dijual dari Olele dan sekitarnya. “Kalau sudah rusak, apalagi kebanggaan kita ? Wisata bawah laut bisa berantakan,” katanya.
Terpisah, kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Gorontalo Sutrisno, kepada Gorontalo Post mengatakan, sudah menerima keluhan terkait dugaan tercemarnya air laut Olele.
“Kita sudah turunkan tim untuk melihatkanya, apakah memang tercemar dan berbahaya untuk taman laut di kawasan itu,”terang Sutrisno, yang belum menyebut seperti apa hasil tim yang melakukan kajian di pantai Olele itu. (axl/tro)
