Senin, 30 Januari 2023
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tanah Longsor di Bonepantai, Warga Mengaku Dengar Ledakan

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Senin, 9 Januari 2023 | 16:05 Tag: , , ,
  Situasi Sungai Aladi di kawasan gunung Mereki yang dipenuhi material tanah longsor. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Warga di desa Pelita Hijau, Kecamatan Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango mengaku pernah mendengar bunyi ledakan sebanyak lebih dari dua kali yang berasal dari Gunung Mereki, sekitar dua minggu yang lalu sebelum terjadi peristiwa tanah longsor.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Pelaksana BPBD Bone Bolango, Achril Yoan Babyonggo, melalui pesan singkat WhatsApp ketika dikonfirmasi Wartawan media ini pada Senin (09/01/2023).

banner 728x485

“Berdasarkan laporan warga, mereka mendengar adanya ledakan dilokasi tersebut, yang kemudian lumpur tersebut didapati. Ketika melakukan penulusuran, Pemerintah Desa dan warga saat itu juga mendengar ledakan dari lokasi gunung tersebut, sehingga kemungkinan ledakannya lebih dari dua kali,” ungkap Achril Yoan Babyonggo.

Lebih lanjut Kepala BPBD Bone Bolango itu juga menjelaskan, sebelumnya pihaknya mendapat informasi tentang salah satu postingan di facebook, mengenai adanya gerakan tanah yang mengandung lumpur, dan telah membuat air Sungai Aladi yang tadinya jernih menjadi sangat keruh.

“Sudah lebih dari dua minggu tidak pernah ada hujan lebat di Desa Pelita Hijau dan air sungai sampai sekarang ini masih keruh. Setelah bersama-sama melakukan penelusuran, didapati di lokasi gunung Mereki desa Pelita Hijau terdapat gerakan tanah bercampur lumpur yang membuat sungai Aladi kabur terus menerus,” jelas Achril Yoan Babyonggo.

Selain itu, ia juga menerangkan bahwa dari hasil pantauan, material longsoran yang diperkirakan lebih dari dua hektar tersebut, telah membentuk endapan tanah yang permukaannya kering, namun di dalamnya berlumpur yang menurutnya sewaktu-waktu dapat meluncur turun menutupi aliran Sungai Aladi, yang berada di Desa Pelita Hijau.

“Kami tidak bisa menembus titik lokasi penyebab lumpur, karena dihalangi tanah yang terbelah dan dibawahnya ada lumpur. DI lokasi kejadian, tidak ada aktifitas pertambangan dan merupakan lokasi pertanian milik warga,” terang Achril Yoan Babyonggo.

Dengan adanya fenomena alam ini, Pemerintah Desa dan Kecamatan mengharapkan adanya bantuan dari Pemerintah Daerah agar dapat menurunkan TIM dari Geologi dan Linkungan Hidup, untuk meneliti dan mencari tahu penyebab kejadian tersebut, sekaligus memberikan bantuan dalam mengatasi lumpur yang keluar dari Gunung Mereki.(*)

Penulis: Zulkifli Polimengo

(Visited 126 times, 1 visits today)

Komentar