Hargo.co.id GORONTALO – Pekerjaan proyek pembangunan kanal Danau Limboto, terpaksa harus tertunda, ini setelah sejumlah warga Desa Tabumela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo melakukan aksi blokir jalan,yang ada di area Danau Limboto,Rabu 11 Mei 2016.
Jalan yang diblokir itu, merupakan satu-satunya akses kendaraan operasional proyek yang mengangkut timbunan di lokasi tersebut. Para warga mencoba membuat pagar dari kayu dan bambu agar mobil tersebut tak dapat masuk maupun keluar kelokasi proyek.
warga mengaku aksi blokir ini buntut pembebasan lahan seluas 7 hektar milik 23 warga Tabumela yang hingga kini belum terbayarkan.
Akibatnya, pekerjaan proyek itu menjadi tertunda. Sejumlah masyarakat meminta agar pekerjaan proyek itu dihentikan sebelum hak mereka di bayarkan oleh pihak pemerintah. “Torang mo pagar ini, tidak boleh ada oto yang masuk disini kecuali pemerintah somo bayar kamari tanah yang sudah di sepakati kemari,” ujar warga.
Warga juga mengancam jika para pekerja yang berada di lokasi tersebut tetap memaksa untuk melanjutkan kembali pekerjaan proyek itu maka warga akan terus melakukan upaya penghadangan. Imran tiliawa salah satu warga yang berhasil diwawancarai mengaku, hal ini sengaja mereka lakukan lantaran, kepercayaan mereka sudah habis.
Sementara itu kordinator pelaksana pekerjaan, Jefri mengatakan, aksi warga tersebut merupakan hak mereka, sehingga pihaknya tak melarang aksi tersebut. “Kita sebagai pekerja diharuskan untuk tidak melanjutkan pekerjaan. Saya akan meyurati pihak pemerintah untuk menginformasikan bahwa saat ini pekerjaan belum bisa di lanjutkan,”ungkap Jefri.
Kepala Desa Tabumela K Rahmat Jafar juga mengatakan, aksi ini bukan merupakan pemblokiran, namun salah satu bentuk presur warga untuk mempercepat apa yang sudah di sampaikan oleh pemerintah tentang pembebasan lahan.
Sehubungan dengan pembangunan kanal yang ada di Desa tersebut, sudah disampaikan oleh pemerintah jika lahan warga yang terkena dengan pembangunan kanal maka pemerintah berjanji akan mengganti rugi. Namun saat ini mereka sama sekali tak menerima apa pun yang menjadi kehendak mereka.
“Saya akan mencoba membicarakan lagi dengan pihak pemerintah untuk masalah yang di alami oleh warga Desa Tabumela,” ungkap Rahmat. (tr-48/hargo)
