BONBOL, Hargo.co.id – Jajaran Polres Bone Bolango (Bonbol) akhirnya melakukan razia senjata tajam (Sajam) khususnya di Kecamatan Tapa menyusul jatuhnya korban akibat panah wayer pada malam pergantian tahun, belum lama ini.
“Operasi yang kita lakukan ini karena sudah banyak laporan masyarakat yang resah karena takut terkena panah wayer nyasar,” ungkap
Kapolres Bonbol AKBP Wahyu Tri Cahyono melalui Kasat Reskrim Bonbol, AKP Syang Kalibato, Rabu (4/1). Polres Bonbol melakukan operasi di wilayah Kecamatan Tapa, khususnya di Desa Ayula dan Talulobutu Selatan.
Pasalnya, terinformasi sajam termasuk juga panah wayer seakan sudah menjadi tren tersendiri dan marak dibawa kesana-kemari.
Terbukti, dari hasil operasi gabungan Polres Bonbol yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Syang Kalibato berhasil mengamankan tiga Orang pengendara sepeda motor yang didapatai membawa senjata tajam, jenis sangkut dan sabit.
Selain itu, polisi juga mengamankan senjata api jenis air soft gun. Polisi pun langsung membawa tiga pengendara sepeda motor masing-masing KH (25), RR (18) dan MN (25) ke Mapolres Bonbol.
Menurut Syang, tindakan kriminal dengan menggunakan panah wayer sudah meresahkan dan mengancam keselamatan warga setempat.
Olehnya, razia kali ini tidak akan berhenti sampai disitu saja, melainkan akan digelar secara rutin untuk mencegah jatuhnya korban. Sementara itu, salah satu korban terkena panah weyer, Irwan Malik (31) warga Desa Talulobutu Kecamatan Tapa masih terbaring lemah di ICU RSUD Toto Kabila.(Andi/hargo)
