Monday, 27 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tekan Gejolak, Metode Vaksinasi Harus Humanis

Oleh Admin Hargo , dalam Legislatif , pada Wednesday, 1 September 2021 | 12:05 PM Tags: , , , , ,
  Wakil Ketua DPRD Gorut, Hamzah Sidik

Hargo.co.id, GORONTALO – Terhadap pelaksanaan vaksinasi yang saat ini terus digalakkan memang patut diacungi jempol, patut mendapat respon. Hanya saja, pelaksanaannya harus ada tahapan, tidak mendadak dan metodenya yang humanis dan terstruktur serta tidak menimbulkan gejolak di masyarakat atau yang ada gejolak resistensi.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Gorontalo Utara (Gorut), Hamzah Sidik saat dimintai tanggapannya terkait dengan polemik metode vaksinasi yang beberapa hari terakhir ini cukup menarik perhatian publik dan gejolak di masyarakat. Sebagaimana diketahui bahwa belum lama ini ada sedikit gejolak terkait dengan metode vaksinasi yang dilakukan oleh pihak terkait yang pelaksanaannya di pasar. 

“Lokasinya tidak masalah, mungkin disini hanya metode yang digunakan saja yang menimbulkan gejolak publik, karena dilakukan di pasar dan masyarakat yang datang bukan untuk vaksinasi namun untuk belanja, sehingga mereka tidak dapat masuk pasar,” kata Hamzah Sidik.

Lokasi pasar sebenarnya tidak ada masalah kata Hamzah, hanya saja tahapan vaksinasi yang dilakukan tidak mendadak. 

“Pemadaman listrik dari PLN saja sudah ada sosialisasi dari beberapa hari sebelum pemadaman dilakukan. Kiranya hal yang sama dapat dilakukan oleh pihak terkait, masuk pasar lakukan sosialisasi terhadap pelaksanaan vaksinasi, kemudian tahap berikutnya apa sampai pada pelaksanaan vaksinasi,” jelasnya.

Langkah yang terstruktur terhadap proses pelaksanaan vaksinasi perlu dilakukan sehingga tampak lebih humanis dan tidak menimbulkan gejolak publik. 

“Jika dilaksanakan secara mendadak tentu akan menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan, sehingga terjadi resistensi dan terjadi penolakan yang mungkin bukan tidak mau divaksin, namun masyarakat belum siap karena mereka hanya datang untuk berbelanja dan bukan untuk divaksin,” kuncinya. (***)

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 22 times, 1 visits today)

Komentar