Sabtu, 13 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Terkait HIV/AIDS, DPRD Minta Ada Upaya Pencegahan 

Oleh Admin Hargo , dalam Legislatif , pada Minggu, 24 Juli 2022 | 20:05 Tag: , ,
  Ketua Komisi III DPRD Gorontalo Utara, Aryati Polapa

Hargo.co.id, GORONTALO – Keluarnya rilis dari Dinas Kesehatan bahwa di Gorontalo Utara (Gorut) terdapat 64 kasus HIV/AIDS, membuat DPRD setempat angkat bicara. Kepada media ini, Ketua Komisi III DPRD Gorontalo Utara, Ariyati Polapa meminta agar ada upaya pencegahan. 

“Saya sangat prihatin dengan kondisi seperti ini. Ini harus diseriusi tidak hanya sebatas oleh Dinas Kesehatan, namun lintas sektoral. Termasuk juga untuk para pemuka dan tokoh agama,” kata Ariyati Polapa.

Seperti rilis Dinas Kesehatan beberapa hari lalu, pengidap HIV/AIDS hingga saat ini mencapai 64 orang. Setiap tahunnya terus bertambah, bahkan untuk 2022 hingga Maret sudah 7 kasus terdeteksi. 

“Kondisi ini sudah harus diperhatikan dan harus ada upaya antisipasi ataupun pola-pola pencegahan yang terstruktur yang dilakukan secara bersama,” tegas Ariyati Polapa.

Apalagi Gorontalo Utara yang mulai terbuka untuk destinasi wisatanya, sehingga arus keluar masuk pengunjung juga semakin banyak. Ini juga dapat menjadi peluang semakin bertambahnya kasus yang terjadi di Gorontalo Utara.

Ariyati Polapa menjelaskan, seperti sekolah harus ada pendidikan dini yang dapat menjelaskan soal penyakit berbahaya tersebut yang sampai saat ini belum ada obatnya. Ini merupakan salah satu bentuk upaya antisipasi atas perkembangan penyakit tersebut.

“Begitu juga keterlibatan para tokoh agama untuk dapat menjelaskan soal bahaya penyakit ini dikaitkan dengan ajaran agama. Seperti dalam kegiatan dasa wisma yang ada dakwahnya yang harus dapat dimanfaatkan untuk menjelaskan soal HIV/AIDS,” tegasnya.

Melihat perkembangan yang ada, penderita HIV/AIDS terus bertambah setiap tahunya, dan ini dapat menunjukan indikasi bahwa tidak ada upaya antisipasi yang dilakukan oleh daerah. Apalagi penyakit ini belum ada obatnya, sehingga sangat penting untuk dilakukan pengawasan juga, agar jangan terus mengalami penambahan jumlah penderitanya.

Untuk itu, Ariyati Polapa berharap agar persoalan ini dapat menjadi perhatian bersama dan ada gerakan bersama yang dilakukan dalam rangka upaya pencegahan agar tidak terus mengalami peningkatan jumlah penderita. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 13 times, 1 visits today)

Komentar