Friday, 24 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Terkait Vaksin Siswa, Diknas Apresiasi Sikap Orang Tua

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Gorontalo Utara , pada Friday, 10 September 2021 | 14:05 PM Tags: , ,
  Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin saat memonitoring pelaksanaan vaksinasi siswa di SMA 1. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Kepala Dinas Pendidikan Gorontalo Utara (Gorut), Irwan A. Usman mengapresiasi sikap orang tua siswa yang saat ini sangat antusias mendampingi dan memberikan izin kepada anak mereka yang telah cukup umur untuk divaksin.

Hal tersebut disampaikan oleh Irwan A. Usman saat dimintai keterangannya terkait dengan perkembangan vaksinasi untuk para siswa usia 12 tahun keatas yang akan divaksin. 

“Antusiasme dari orang tua siswa sangat luas biasa sekali dan ini patut untuk diapresiasi,” ungkapnya.

Memang untuk awal-awal, orang tua siswa pasti merasa khawatir anaknya akan divaksinasi, hal tersebut juga tidak terlepas dari informasi hoax yang menyebar yang menimbulkan asumsi dari orang tua siswa ketika anaknya akan divaksin,” jelas Irwan A. Usman.

Namun seiring waktu berjalan, kata Irwan A. Usman dan dengan sosialisasi serta pemahaman yang diberikan, hasilnya luar  biasa. 

“Yang terjadi saat ini bukan lagi guru yang datang membawa formulir ke rumah-rumah siswa, namun orang tua siswa yang datang sendiri ke sekolah untuk mengisi formulir persetujuan vaksinasi,” tegasnya.

Hal ini tentu kata Irwan menunjukan bahwa proses edukasi atau pembelajaran telah berjalan dengan baik. 

“Dan untuk itu tentu kami menyampaikan terimakasih kepada para orang tua dan juga masyarakat terhadap program vaksinasi untuk siswa” ujar Irwan A. Usman.

Tujuan vaksinasi ini juga kata Irwan untuk keselamatan bersama terutama untuk para siswa sendiri agar selamat dari resiko terpapar Covid-19. 

“Dan saat ini secara estafet setiap hari dilakukan vaksinasi di sekolah-sekolah yang ada di Gorontalo Utara,” kata Irwan A. Usman.

Terhadap program vaksinasi ini kata Irwan tentu dirinya sangat mendukung dan berada di barisan terdepan sebagai kepala dinas, agar dalam proses belajar mengajar kedepan tidak akan ada resiko klaster baru lagi yang muncul akibat dari belajar tatap muka. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar