Kamis, 8 Desember 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ternyata….Hasil Uji Lab Sungai Mogi Tak Tercemar Sianida

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Jumat, 22 Juli 2016 | 14:50 Tag:
  

Hargo.co.id BONE BOLANGO – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango, dr Rusli Katili membantah keras informasi yang berkembang tentang kondisi air Sungai Mogi di Desa Tolomato, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango (Bonbol) yang tercemar zat B3 atau Sianida.

Ditegaskanya, dari hasil uji laboratorium Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo, sungai mogi dan lima titik di lima Dusun yang ada di Desa Tolomato sama sekali tidak tercemar zat B3 atau Sianida.

“Jadi perlu saya jelaskan bahwa tidak benar sungai Mogi dan sekitarnya tercemar zat sianida. Sebab dari hasil uji lab BPOM Gorontalo, sampel air di lima titik, sama sekali tidak ada zat berbahaya apapun yang mencemari sungai itu alias negatif,”kata Rusli Katili kepada Gorontalo Post, kemarin.

Lebih lanjut Rusli Katili membantah ada warga yang menjadi korban akibat pencemaran air dengan zat sianida. Buktinya, seluruh fasilitas kesehatan baik Puskesmas di Kecamatan Suwawa bahkan rumah sakit yang ada di Bone Bolango, tidak ada warga yang menjadi korban sianida dirawat medis.

“Kami sudah cek di Puskesmas dan rumah sakit tidak ada yang memeriksakan ke dokter atau yang dirawat medis karena meminum air mengandung zat sianida. Mereka (Warga,red) hanya menduga-duga saja,”terang Rusli Katili.

Menurutnya, bahwa orang yang terkena dampak sianida itu pasti akan mengalami pusing, kejang-kejang, pucat, gejala syaraf bahkan hingga mengakibatkan korbannya meninggal dunia. Sementara empat warga yang dikatakan menjadi korban sianida diakui Rusli Katili dari hasil penelusurannya di lapangan, hanya mengalami mual dan muntah yang biasanya hanya keracunan ekoli maupun makanan.

“Jadi saya menghimbau kepada oknum-oknum tertentu agar jangan menghembuskan isu yang tidak benar yang hanya akan meresahkan masyarakat. Kalau memang ada masyarakat yang memiliki kelainan kesehatan maka segeralah memeriksakan diri ke dokter. Jangan hanya menduga-duga saja sehingga berdampak pada keresahan,”kunci Rusli Katili. (roy/GP/hargo).

(Visited 4 times, 1 visits today)

Komentar