Tuesday, 3 August 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Thariq Modanggu Paparkan Strategi Pengembangan BUMDes

Oleh Alosius M. Budiman , dalam Kab. Gorontalo Utara , pada Thursday, 8 July 2021 | 00:05 AM Tags:
  Wakil Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu menjadi pemateri pada webinar Nasional Pengelolaan BUMDesa dalam mewujudkan desa mandiri melalui kemitraan kampus inovasi. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Wakil Bupati Gorontalo Utara (Gorut), Thariq Modanggu didaulat menjadi salah satu pemateri pada webinar nasional pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Tujuannya yakni untuk mewujudkan desa mandiri melalui kemitraan kampus inovasi.

Informasi yang berhasil dihimpun, pada Rabu (07/07/2021), Thariq Modanggu memaparkan strategi pemerintah daerah dalam peningkatan dan pengembangan BUMDesa. Ia menyebut, bahwa secara umum berdasarkan data yang ada, dari Rp 103 miliar dana desa di Gorontalo Utara tahun ini, kurang lebih sudah 15 persen yang dialokasikan untuk penyertaan modal usaha BUMDesa. 

Dan dari kategori BUMDesa di Gorontalo Utara, dari 123 desa, baru ada 13 BUMDesa berkembang, 1 BUMDesa maju, yaitu BUMDesa Kotajin Utara, Selebihnya, perintis 57 dan pemula 48. 

“Nah, dari data ini, kami sebenarnya terus berusaha meningkatkan kapasitas dan juga profesionalitas pengelolaan BUMDesa, sehingga berdampak kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” terangnya. 

Dan karena itu, Thariq Modanggu mengatakan, ada lima poin utama yang kemudian disampaikan pada webinar nasional tersebut. Yakni, perlu ada BUMDesa klinis. 

“Jadi, BUMDesa klinis itu adalah menakar, menguji, menilai BUMDesa dari tiga hal. Yaitu, dari sisi sehatnya BUMDesa, produktif dan sustainabilitas atau keberlangsungannya. Itu poin pertama untuk melihat kondisi BUMDesa hari ini,” paparnya. 

Selanjutnya, hal yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kompetensi SDM pengelola melalui pendidikan dan pelatihan. Termasuk, memperluas akses permodalan. 

“Jadi, baik dari sisi penyertaan modal dana desa, juga ada upaya-upaya mendorong BUMDesa itu memperoleh bantuan. Dan sejauh ini sudah memperoleh bantuan dari Kementerian Desa kurang lebih Rp 2,3 Miliar,” jelasnya. 

Dan tentu membuka akses pemasaran dan promosi. Selanjutnya, monitoring dan evaluasi serta pemberian reward dan punishment. Nah, ini strategi yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam upaya mendorong BUMDesa di Gorontalo Utara. (abk/adv/hargo)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar