Hargo.co.id GORONTALO – Masyarakat Gorontalo tak perlu khawatir dengan ketersediaan bahan pokok di daerah ini menjelang bulan suci ramadan 1437 Hijriah yang kurang lebih tinggal 2 minggu lagi.
Pasalnya, sebagaimana yang terungkap dalam rapat Forkopimda Provinsi Gorontalo, stok bahan pokok kebutuhan masyarakat saat ini cukup dan aman.
Dalam rapat yang dipimpin Wakil Gubernur DR. Drs. H. Idris Rahim, MM, itu, Kadis Kumperindag Provinsi Gorontalo, Haris Hadju, mengungkapkan, stok beras saat ini mencapai 26 ribu ton dengan tingkat kebutuhan sebesar 11.861 ton.
“Stok beras kita surplus dan dipastikan selama 4 bulan kedepan posisinya aman,” ujarnya.
Demikian pula hanya bahan pokok lainnya, seperti minyak goreng, tepung terigu, daging sapi dan daging ayam, semuanya dalam posisi surplus. Hal serupa juga berlaku untuk gula pasir, dimana kebutuhan untuk bulan ramadan sebesar 1.496 ton.
Jumlah ini terbilang surplus karena adanya stok dari pabrik gula sebanyak 3 ribu ton dan PPI 46 ton.Sedangkan, untuk bahan pokok yang stoknya agak kurang, diantaranya telur ayam dan bawang merah.
Untuk pasokan listrik pada bulan ramadan juga dipastikan aman. Bahkan, kondisi terkini untuk Sulut dan Gorontalo surplus sebesar 59 megawatt. Manajer PLN Gorontalo Putu Eka Astawa menjelaskan, pemadaman yang terjadi saat ini menurutnya lebih disebabkan oleh gangguan jaringan, dimana 60-70 persen diakibatkan oleh sentuhan pohon atau tumbang ke jaringan.
Demikian pula halnya stok BBM, surplus. Setiap tahun jelang ramadan, Pertamina meningkatkan stok BBM sebesar 30 persen. Sementara itu untuk stok Elpiji, juga dalam posisi aman.
“Stok kita hari ini sebanyak 800 ton. Berapapun yang dibutuhkan distributor, dibuka krannya lebar-lebar dan diberi kesempatan oleh Pertamina sesuai kemampuan distributor,” jelas Kadis Kehutanan dan ESDM Provinsi Gorontalo, Husin Al Hasni.
Dijelaskannya, masalah yang saat ini terjadi dimana masyarakat diresahkan oleh habisnya stok elpiji di pangkalan, disebabkan oleh adanya lonjakan permintaan jelang ramadan. “Akibatnya jatah yang biasa diterima pangkalan perdua minggu, habis hanya dalam seminggu, dan ini yang bikin ribut,” tuturnya.
Untuk terus memastikan stok kebutuhan pokok cukup dan harganya terjangkau oleh masyarakat, pada kesempatan itu Wagub Idris Rahim menginstruksikan kepada seluruh jajaran terkait untuk melakukan pengawasan dan pemantauan langsung ke lapangan, serta terus melakukan koordinasi dan sinergitas secara terpadu.
“Dengan demikian jika sewaktu-waktu terjadi kekurangan stok ataupun lonjakan harga, kita bisa langsung mengambil langkah strategis,” pungkas Idris.(dan/hargo)
