GORONTALO, Hargo.co.id – Upia karanji kini menjadi produk yang memiliki nilai yang begitu tinggi. Hasil kerajinan tangan masyarakat Gorontalo itu akan mampu mendongrak pendapatan warga jika mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah.
Sebab, sebagaimana data dirangkum Gorontalo Post, harga upiah karanji saat ini dibanderol mulai Rp 50 ribu sampai Rp 200 ribu per buah. Memang cukup mahal, tetapi itu sudah sesuai dengan tingkat kesulitan atau kerumitan warga dalam memproduksi setiap upiah karanji.
“Harga dari upiah karanji tergantung dari tingkat kesulitan pembuatannya,” kata Hadijrah, perajin di Desa Pulubala, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo.
Ia menuturkan, karena pembuatannya yang murni menggunakan tangan, maka waktu pembuatan upia karanji cukup lama sehingga memakan waktu yang panjang. “Seminggu bisa buat dua hingga tiga upiah karanji,” ujarnya.
Namun, ia mengaku, akhir akhir ini, produk yang dihasilkan oleh tangannya itu telah laris manis seiring adanya kebijakan pemerintah yang mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan upia karanji khas Gorontalo.(tr-58/dan)
