“Awalnya saya membuat karena iseng, dan saat itu liat Mama saya bikin pempek dengan olahan ikan tuna, sehingga sejak saat itulah ide untuk ikut menjualnya di SMA muncul. Alhamdulillah usaha kecil-kecilan ini mendapat respon yang positif dari para pelanggan,” tutur Sri Nurwanda.
Lebih lanjut ia menjelaskan, dimana selama ini ia sengaja menjual pempek buatannya tersebut dengan harga yang sangat terjangkau, antara lain Paket Big Bos seharga Rp. 25.000, Paket Super Bos Rp. 20.000, Paket Hemat Bos I Rp. 10.000 dan Paket Hemat Bos II Rp. 15.000. Alhasil, dari penjualan itu ia mampu memperoleh omzet dua kali lipat dari modal yang dikeluarkan.
“Saya produksinya itu hanya Sabtu dan Minggu. Perminggu saya jualnya 200 pcs. Alhamdullilah omzetnya juga lumayan. Untuk pengaturan omzetnya 50%. Jadi ketika modal saya itu misalnya Rp1.500.000, untuk omzetnya dua kali lipat. Untuk seratus persennya itu sekitar Rp3 juta,” jelas Sri Nurwanda.
Ditanya soal strategi pemasaran, ia menerangkan bahwa dirinya memilih Instagram sebagai lapak promosi untuk produknya. Menurutnya strategi ini juga menciptakan pendekatan tersendiri dengan konsumen melalui media sosial.
