Waduk Bulango Ulu Bakal ‘Tenggelamkan’ Lima Desa

×

Waduk Bulango Ulu Bakal ‘Tenggelamkan’ Lima Desa

Share this article
Peta Lokasi Bendungan

Hargo.co.id, GORONTALO – Pembangunan waduk bulango ulu bakal memiliki dampak sosial bagi masyarkat. Dibalik fungsinya yang besar, pembangunan waduk ternya menbuat sebagian warga di lima desa yang terdampak pembangunan harus siap-siap direlokasi atau pindah.

Setidaknya ada empat desa di Kecamatan Bulango Ulu yang terdampak waduk, yakni Desa Mongiilo, Desa Mongiilo Utara, Desa Pilolahe dan Desa Owata. Camat Bulango Ulu I Wayan Ranawa, masyarakat sudah mendapat informasi tentang pembangunan waduk sejak lama.

Memang terdapat pro kontra, apalagi sampai memindahkan tempat tinggal. Diwilahya, desa terparah yang akan terdampak adalah desa Owata dan Desa Mongiilo.

“Owata itu semua kena genanangan, kalau Mongiilo tersisa dusun empat yang tidak. Desa Pilolahea dan desa Mongiilo Utara itu hanya sebagian. Yah kurang lebih dari 2000an bidang lahan yang terdampak,”kata I Wayab Ranawa, kepada media ini pada Ahad (3/3).

Menurutnya, masyarakat harus diberi kepastian tentang rencana pembangunan. Sebab, sejauh ini masyarakat mengira pembangunan waduk bulango ulu batal.

“Dikira batal, nanti ada kunjungan dirjen, ternyata jadi.Harus dikasi tau dan ada kepastian,” ujarnya.

Begitu pun dengan proses pembebasan lahan. Memang kata dia, ada yang kontra, tapi bagi yang pro mereka terus mempertanyakan proses pembebasan lahan.

“Dan harganya juga harus jelas, karena di lapangan itu rawan, mereka (bisa) menolak,”katanya.

Hal serupa disampaikan Camat Bulango Utara, dimana di Kecamatan Bulango Utara hanya Desa Tuloa yang terdampak dan hanya ada 66 bidang lahan yang butuh proses ganti rugi. Menurut camat, warga sangat mendukung pembangunan waduk. Mereka justeru terus bertanya kapan realsasi pembayaran ganti rugi.

“Harga yang harus sesuai, usahakan mereka tidak merasa dirugikan. Jadikan mereka orang kaya baru,”kata Camat perempuan itu, saat rapat bersama jajaran Pemprov Gorontalo dan Balai Wilayah Sungai, di Angelato Resto, Ahad (3/3) kemarin.

Terkait dengan proses pengadaan lahan, masyarakat di Kecamatan Bulango Ulu dan BUlango Utara pernah berunjuk rasa. Unjuk rasa pada Selasa (18/12/2018), itu digelar disejumlah tempat sepertikantor DPRD Bone Bolango, kantor DPRD Provinsi Gorontalo dan kantor Gubernur Gorontalo.

Dalam unjuk rasa, warga Kecamatan Bulango Ulu dan Bolango Utara mempertanyakan kepastian pembebasan lahan yang menjadi lokasi pembangunan waduk. Pertanyaan itu disampaikan lantaran sudah lebih dari setahun, kepastian pembebasan lahan pembangunan waduk Bolango Ulu tak kunjung datang.

“Sudah dari 2017 masalah ini kami sampaikan, tetapi tak ada respon dari Pemerintah Provinsi Gorontalo,” kata Koordinator Massa Aksi Warno Yasin.

Warga Bulango Ulu dan Bulango Utara juga meminta penetapan harga pembebasan lahan secara tranparan dan proporsional. Mereka pun mengusulkan harga pembebasan lahan Rp 300 ribu permeter. Alasannya, lahan yang nantinya menjadi waduk Bolango Ulu merupakan lahan produktif yang menjadi sumber penghasilan warga. (gp/hg)