Warga Keluhkan Tumpukan Sampah di Kompleks SDN 5 Limboto

×

Warga Keluhkan Tumpukan Sampah di Kompleks SDN 5 Limboto

Share this article
Tumpukan Sampah di samping SDN 5 Limboto, tepatnya di Jalan Jend. Sudirman, Kelurahan Hutuo, Kabupaten Gorontalo. (Foto: Indrawati Endris untuk HARGO)
Tumpukan Sampah di samping SDN 5 Limboto, tepatnya di Jalan Jend. Sudirman, Kelurahan Hutuo, Kabupaten Gorontalo. (Foto: Indrawati Endris untuk HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Bau tak sedap akibat tumpukan sampah kerap terjadi di samping SDN 5 Limboto, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Hutuo, Kabupaten Gorontalo, Ahad (4/6/2023).

Pantauan Hargo.co.id, tumpukan sampah tersebut sebagian besar berasal dari sampah rumahan yang dibuang oleh orang-orang yang melewati jalan itu.

Yusnita Sari, salah satu warga setempat mengaku resah dengan adanya tumpukan sampah di bahu jalan tersebut, karena selain dekat dengan sekolah, sampah itu juga menimbulkan bau yang tidak sedap.

Dirgahayu Radio Republik Indonesia

“Tumpukan sampah ini sangat busuk, apalagi letaknya itu berada di bahu jalan yang sering ramai dilewati banyak orang,” kata Yusnita.

Menurutnya, tumpukan sampah di bahu jalan tersebut bukan hanya berasal dari masyarakat Kelurahan Hutuo, tapi banyak juga pengendara yang lewat dan membuang sampah disitu.

“Akibat kurangnya kesadaran dari masyarakat ini akan membuat lingkungan di wilayah Kabupaten Gorontalo semakin tercemar, apalagi tumpukan sampah tersebut berada di jalan Jenderal Sudirman yang jalannya selalu ramai dilewati banyak kendaraan,” tutup Yusnita.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebersihan RTH dan SDA Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gorontalo, Syarifudin Pulukadang saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

Dirinya mengatakan, pihaknya selalu mengarahkan seluruh petugas kebersihan untuk mengangkat sampah di seluruh wilayah Kabupaten Gorontalo. Akan tetapi, hal itu tidak pernah merubah perilaku masyarakat yang tidak sadar akan kebersihan.

“Berbagai upaya telah dikerahkan oleh pihak DLH untuk mentolerir penumpukan sampah, namun hal itu tidak akan pernah merubah situasi, jika kesadaran masyarakat tidak ada,” kata Syarifudin.(*)

Penulis: Indrawati Endris/Mahasiswa Magang UNG