Hargo.co.id GORONTALO – Dulunya Cikdam (Bendungan) Pilohayanga, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango (Bonbol) menjadi salah satu alternatif wisata yang menjadi idola masyarakat. Setiap akhir pekan, areal sekitar bendungan ramai dikunjungi warga.
Namun, seiring dengan surutnya air Sungai Bulango yang dibendung Cikdam tersebut, Cikdam Pilohayanga mulai sepi.
Tapi bagi warga sekitar, kondisi ini ternyata membawa manfaat tersendiri. Sungai yang biasanya jika pasang sangat membahayakan itu, kini sangat bermanfaat bagi mereka dalam kondisi surut.
Mereka bisa melakukan aktivitas mandi dan mencuci pakaian ditengah situasi kesulitan air bersih yang melimpah, karena banyaknya sumur yang surut.
Pantauan Gorontalo Post wajah aktifitas dibantaran sungai Bulango yang melintasi Bendung Pilohayanga sore dan pagi hari selalu ramai dengan warga sekitar. Mereka terlihat ada yang mandi dan ada yang mencuci pakaian.
Mereka sengaja memanfaatkan areal sungai untuk mencuci pakaian. Selama ini air sumur tak sepenuhnya mampu menopang aktifitas keseharian mereka akibat air yang sedikit.
Untuk mencuci dan mandi mereka pun harus beralih ke sungai Bulango. Misalnya saja Marni warga sekitar mengaku selalu mandi dan mencuci dibantaran sungai karena selain mudah dijangkau sumber air yang melimpah juga menilai menjadi solusi akibat sumur yang mendangkal akibat musim kering.
“Sumur kering cuma sedikit airnya kalau pun dipakai cuma bisa buat air minum dan memasak saja, kalau cuci baju dengan mandi lebih baik disini banyak air,”ujarnya.(csr/hargo)
