Hargo.co.id GORONTALO – Satuan Brimob Polda Gorontalo mulai kemarin 23 Mei 2016, mendatangi rumah-rumah warga yang ada di Kecamatan Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato. Kedatangan aparat kepolisian ini, tidak lain adalah untuk melakukan sosialisasi kepada warga masyarakat akan bahayanya paham radikal yang berpotensi pada aksi terorisme.
“Sosialisasi door to door ini lebih efisien untuk mensosialisasikan bahaya paham radikalisme karena warga bisa lebih bebas untuk berdiskusi dan bertanya langsung ke kita, tentang bahaya paham radikalisme,” Ujar Bripka Ratno Pinamangun, salah satu anggota Brimop yang turun sosialisasi siang itu.
Dalam Sosialisasi, masyarakat diminta agar mewaspadai kelompok-kelompok tertentu yang membawa paham radikal dan anti sosial. Baik itu berlabel Ormas ata agama. Masyarakat juga diharapkan tidak terprovokasi dengan isu atau doktrin yang mengatasnamakan agama atau suku tapi bermaksud menciptakan pertikaian.
“Sosialisasi ini rencananya akan dilakukan di seluruh kecamatan yang berada di perbatasan Sulteng dengan Gorontalo. Sebab di wilayah itu yang paling rawan,” kata Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP S. Bagus Santoso.
Ia pun berharap dengan adanya sosialisasi paham radikalisme ini, masyarakat yang berada diperbatasan selalu waspada dan peka terhadap situasi yang tidak normal. “Harapanya masyarakat ikut berpartisipasi menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di daerah perbatasan,” Lanjut Perwira yang akrab dengan wartawan itu.
Sementara itu, selain melakukan sosialisasi, langkah antisipasi yang dilakukan jajaran Polda Gorontalo adalah dengan meningkatkan pengawasan dan penjagaan di wilayah perbatasan Gorontalo dan Sulawesi Tengah. Dimana daerah dianggap paling rawan sebagai pintu masuk penyebaran paham radikalisme serta terorisme. Selain itu,Propinsi Gorontalo diduga kuat menjadi sasaran penyebaran paham radiklisme yang berimbas pada aksi terorisme.(tr-45/hargo)
