Selasa, 18 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Waspadai Skema Ponzi Jika Ingin Berinvestasi

Oleh Admin Hargo , dalam Podcast , pada Sabtu, 1 Januari 2022 | 12:05 PM Tag:
  Bobby Rantow Payu saat di menjadi tamu pada Femmy Udoki Podcast. (Foto: Istimewa/Tangkapan Layar)

Hargo.co.id, GORONTALO – Investasi bodong menjadi penutup sejumlah kasus yang terjadi di provinsi Gorontalo pada 2021 ini. Tak hanya masyarakat biasa, kasus penipuan ini bahkan menimpa seorang Anggota DPRD hingga mengakibatkan kerugian mencapai miliaran rupiah.

Selain menjadi perhatian khusus Polda Gorontalo, Kasus investasi bodong ini juga menarik perhatian sejumlah pihak, salah satunya Bobby Rantow Payu, Ekonom yang juga praktisi investasi di pasar modal.

Dirinya mengatakan, besarnya tingkat pengembalian atau bagi hasil yang dijanjikan membuat banyak masyarakat tergiur dengan investasi. Sayangnya, Keinginan masyarakat itu tidak diimbangi dengan kecermatan dalam mencari dan memilih jenis serta perusahaan investasi.

Bobby Rantow Payu mengatakan, sejak awal, Besarnya tingkat pengembalian yang dijanjikan tersebut membuatnya curiga bahwa itu bukanlah bisnis Foreign Exchange (Forex) atau mata uang asing yang lebih dikenal dengan Valuta Asing (Valas). Apalagi, para pelaku bisnis tersebut tidak terbuka terkait bagaimana mereka menjalankan bisnis.

Dirinya juga yakin bahwa itu bukan investasi yang legal, sebab Pialang saham tidak diizinkan untuk menghimpun dana oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Dari skema bisnis yang dijalankan, dirinya curiga bahwa masyarakat sedang terjebak skema ponzi.

“Dari awal saya sudah curiga ini bukan forex. Trader tidak akan menaruh uang dalam jumlah sebesar itu dalam satu akun saja. Saya curiga Ini fonzi,” kata Bobby Rantow Payu saat menghadiri Femmy Udoki Podcast yang ditayangkan melalui kanal YouTube Femmy Kristina.

Apa itu skema ponzi? Mengutip laman resmi Kementerian Keuangan RI, www.djkn.kemenkeu.go.id, Skema Ponzi adalah modus investasi palsu yang memberikan keuntungan kepada investor dari uang yang berasal dari investor selanjutnya yang dilakukan dengan cara merekrut anggota baru.

Pada skema ponzi, keuntungan hanya akan dirasakan pada peserta yang ikut di awal dan di tengah saja. Bisnis tersebut akan kolaps ketika tidak ada lagi anggota baru yang bisa direkrut dan  aliran dana akan terhenti sehingga mengakibatkan ketidakmampuan perusahaan dalam membayar keuntungan kepada investor.

Lebih lanjut Bobby Rantow Payu mengatakan, dalam menjalankan bisnis dengan skema ponzi, pelaku biasanya akan menjanjikan iming-iming imbal hasil tinggi dan tanpa resiko. Bisnis ini banyak mencuri hati masyarakat karena banyak admin admin yang tersebar baik dari perkotaan hingga ke pedesaan.

Dosen ekonomi itu juga meminta masyarakat untuk selalu berhati hati dan lebih teliti dalam memilih perusahaan investasi. Para pelaku investasi bodong tersebut, kata dia, selalu merubah strategi atau berinovasi dalam menjalankan bisnis dengan menggunakan skema Ponzi.

Adapun ciri ciri skema ponzi adalah menjanjikan Keuntungan besar dalam waktu cepat dan tanpa resiko, Bonus dari perekrutan anggota baru dan memanfaatkan tokoh penting di masyarakat. Selain itu, Biasanya bisnis ini dijalankan tanpa izin usaha. Kalaupun ada, kegiatan yang dilakukan tidak sesuai dengan izinnya. (***)

 

Penulis : Sucipto Mokodompis

(Visited 134 times, 1 visits today)

Komentar