Saat ini, terdapat lima rute penerbangan yakni Lampung–Jakarta yang dilayani Garuda Indonesia (enam kali), Sriwijaya Air (lima kali), Nam Air (satu kali), dan Lion Air (dua kali per hari). Kemudian, Lampung-Halim Perdanakusuma dilayani Wings Air sebanyak tiga penerbangan per hari.
Rute lainnya, Lampung—Bandung dilayani Wings Air (dua kali), dan Express Air sekali sehari. Lalu, Rute Lampung—Batam dilayani Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia masing-masing sekali penerbangan tiap hari. Rute yang juga cukup sibuk yakni, Lampung—Palembang yang dilayani Wings Air, Express Air, dan Garuda Indonesia. Sedangkan rute Lampung—Krui dilayani Susi Air sekali seminggu dari jadwal seharusnya tiga kali seminggu.
Sebagai bandara kelas internasional, akses menuju Bandara Radin Intan II kini dilengkapi angkutan pemandu moda yakni bus Trans Lampung menuju ibukota Bandar Lampung yang mencapai 28 km.
Pada 2017, akses bus ke Bandara, menurut GM Damri Lampung Yulianto, diperkuat armada Damri ke jurusan Kalianda (Lampung Selatan), Metro dan Sukadana (Lampung Timur), Liwa (Lampung Barat), dan Tulangbawang via Bandar Jaya (Lampung Tengah). “Dukungan bus angkutan pemandu moda merupakan syarat menjadi bandara internasional,†kata Yulianto.
Dukungan terhadap kemudahan akses wisatawan ke arena berselancar Tanjung Setia, juga didukung kesiapan Pemkab Pesisir Barat menghibahkan aset tanah Bandara seluas 76 ha kepada Kementerian Perhubungan.
Gubernur Ridho menyebutkan, pada APBD 2016, Pemprov Lampung membantu Study Review Master Plan Bandara Pekon Serai yang dikembangkan panjangnya menjadi 2.200 meter dari saat ini 23 m x 1.100 m. “Hanya lewat Bandara Pekon Serai wisatawan cepat sampai ke Tanjung Setia,†kata Ridho. (hg)
