“Ini perkembangan yang sangat menyenangkan,†ucap Foke, panggilan akrab Fauzy Bowo saat menjamu makan malam Menpar Arief Yahya di KBRI Berlin, 11 Maret 2016.
Cruise, kata Foke, adalah bisnis besar di wisata bahari di Indonesia. Benchmark-nya ada di Mediterania. Dari Italia, Turki, Spanyol, Tunisia, itu semua hidup dari wisata maritime.
“Saya lihat, fasilitas dermaganya juga tidak hebat-hebat amat. Artinya, kalau kita bangun, juga bisa seperti mereka,†kata Mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Menpar Arief Yahya menjelaskan, sejak pencabutan Cabotage, atau deregulasi bidang kapal pesiar, sector ini cukup bergairan.
Kapal-kapal pesiar itu sekarang boleh embarkasi dan dis-embarkasi di pelabuhan-pelabuhan besar di Indonesia. Boleh menaik-turunkan penumpang di pelabuhan di Indonesia.
“Lalu mempermudah pelayanan atas perizinan. Juga terhadap yacht, perahu pesiar yang lebih kecil, kami regulagi soal CAIT. Hasilnya, respons pasar sangat bagus, karena dua per tiga coral dunia ada di Indonesia. Garis pantai Indonesia itu terpanjang nomor dua di dunia, setelah Canada,†ujar Arief Yahya.(bin/hargo)
