Hargo.co.id GORONTALO – Dua hari menjelang perayaan ketupat aktivitas masyarakat di Kampung Jawa Yosonegoro, Tunggulo hingga Kaliyoso maupun Reksonegoro makin bergeliat.
Bahkan kemarin (11/7) sebagian besar warga Yosonegoro, Kaliyoso dan Reksonegoro sudah menyiapkan sajian khas lebaran ketupat. Yaitu nasi bulu (nasi lemang,red) serta dodol.
“Untuk nasi bulu biasanya baru akan mulai dimasak pada H-1. Kalau Dodol bisa bertahan lama sampai dua pekan,” ungkap Suleman salah seorang warga Tunggulo.
Besar warga yang tinggal di Desa Daenaa, Tunggulo, Haya-haya, Yosonegoro serta Ombulo sudah mulai menyiapkan menu makanan khas seperti Dodol dan Nasi Bulu.
Seperti yang disampaikan oleh Sulemansalah satu warga Tunggulo, untuk H-2 mereka biasanya baru mulai memasak dodol.
Lebih lanjut Sulaeman mengatakan, biasanya para tamu maupun sanak famili akan datang sehari sebelum hari raya ketupat. Tetapi sejak beberapa tahun terakhir, banyak yang sudah datang pada malam hari H (malam bakupas,red).
“Jadi biasanya kita juga sudah harus mempersiapkan menu makanan pada malam bakupas,” ungkapnya.
Sementara itu antusiasme masyarakat Kampung Jawa merayakan lebaran ketupat menjadi peluang pasar tersendiri bagi para pedagang.
Pantauan Gorontalo Post, Senin (11/7), puluhan bahkan ratusan pedagang meluap di lapangan Yosonegoro. Kebanyakan adalah pedagang ayam kampung/ayam pedaging, daging sapi, serta kebutuhan pokok lainnya.(nat/and/tr-48/tr-49/gip/abk/kif/hargo)
