Hargo.co.id GORONTALO – Sepi dan nyaris tak ada aktivitas sama sekali. Seluruh ruang rawat inap (kamar pasien,red) tampak kosong. Baik di ruang VIP maupun ruang perawatan umum tak terlihat ada pasien yang dirawat.
Kondisi serupa juga berlaku di ruang Unit Gawat Darurat (UGD). Tak ada dokter maupun perawat yang lalu lalang. Hanya sederetan tempat tidur kosong.
Begitulah kondisi Rumah Sakit Islam (RSI) Gorontalo. Sejak awal hingga memasuki pekan ketiga Juli 2016, kondisi RSI Gorontalo tampak sepi dan lengang. Tak terlihat aktivitas perawatan pasien baik di ruang UGD maupun di ruang rawat inap. Bahkan sejak pagi hingga malam hari tak tampak dokter umum maupun dokter spesialis yang bertugas.
Yang ada hanya beberapa orang pegawai rumah sakit, apoteker serta petugas security. Itupun tak banyak aktivitas yang dilakukan.
“Untuk sementara rumah sakit belum menerima pasien rawat inap,†ujar salah seorang pegawai RSI Gorontalo. Ia menambahkan, saat ini pelayanan yang bisa dilakukan pihak RSI Gorontalo yakni pelayanan bagi pasien rawat jalan.
“Untuk kapan bisa menerima pasien rawat inap kami belum tahu. Sebab, saat ini katanya masih dilakukan rapat antara tenaga medis dan yayasan,†ungkap pegawai tersebut. Hal senada juga disampaikan pegawai lainnya. “Untuk pengambilan obat di apotek masih bisa dilakukan. Yang penting sesuai dengan resep dokter,†imbuh pegawai pria tersebut.
Sedianya, RSI Gorontalo dinyatakan akan beroperasi kembali pada Rabu (20/7). Hal itu seiring keputusan rapat bersama antara Yayasan RSI, Dewan Pengawas, Komite Medik serta Pemkot Gorontalo, Senin (18/7). Rapat yang dipimpin Walikota Gorontalo Marten Taha itu dilaksanakan menindaklanjuti tuntutan mosi tak percaya yang disampaikan para dokter spesialis.
Yakni perombakan Yayasan RSI. Seiring sikap mosi tak percaya, para dokter spesialis memutuskan untuk mogok praktek.
Dari hasil pertemuan diputuskan Yayasan dan Manajemen RSI Gorontalo dilebur. Sejalan dengan hal itu Ketua Yayasan RSI Gorontalo untuk sementara diserahkan kepada Idris Rahim. Sayangya, hasil keputusan rapat tersebut tak bisa dijalankan.Â
