Ayu Ting-Ting dan Inul Jadi Nama Hiu Paus

×

Ayu Ting-Ting dan Inul Jadi Nama Hiu Paus

Share this article
Wisata hiu paus di Desa Botubarani. (Foto : Jalal/Gorontalo Post)

Hargo.co.id GORONTALO – Mengunjungi lokasi wisata Hiu Paus di Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Bolango terbilang cukup mudah. Dari Kota Gorontalo menuju ke lokasi hanya berjarak sekitar 10 kilometer.

Lebih kurang 30 menit menggunakan mobil, atau sekitar 45 menit bila menggunakan becak motor (bentor). Dalam perjalanan menuju ke lokasi wisata Hiu Paus akan dihiasi pesisir pantai Teluk Tomini. Selain itu dapat pula disaksikan perkampungan nelayan di Leato, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.

Saat tiba di Desa Botubarani, pengunjung tak perlu risau mencari lokasi menuju wisata Hiu Paus. Ada lima titik (jalur) untuk menuju ke lokasi wisata Hiu Paus.

Bagi yang tak bisa berenang tak perlu khawatir. Dengan menggunakan jasa perahu, pengunjung bisa menyaksikan secara langsung keunikan ikan yang berukuran raksasa itu.

Menariknya, untuk memanggil kehadiran para ikan Hiu Paus, para nelayan setempat menggunakan trik yaitu mengetuk-ketuk bagian dasar perahu. Sejalan dengan hal itu, layaknya manusia, para Hiu Paus itu dipanggil menggunakan nama orang.

Ada yang memanggil dengan sebutan Bima, Sindi, Serli. Bahkan uniknya lagi, ada yang menggunakan nama arti yaitu Ayu Tingting dan Inul. Tak diketahui persis awal mula penamaan tersebut. Namun ditengarai penamaan itu ditengarai untuk membedakan antara Hiu Paus satu dengan Hiu Paus lainnya.

“Kalau yang paling besar itu namanya Bima. Dia jarang muncul. Panjangnya mencapai 13 meter,” ungkap Tobi, salah seorang nelayan.
Hampir sebagian besar para nelayan sudah akrab dengan penamaan tersebut. Bahkan dari ukuran atau tanda-tanda tertentu di bagian mulut, mereka lantas menyebut nama dari ikan Hiu Paus tersebut.

Hiu paus bernama Sindi misalnya. Diberikan pada Hiu Paus betina yang ukurannya sedang dan memiliki luka gores di bagian bibir. Ada juga hiu dengan nama Ayu Tingting, yang mememiliki bobot badan sedang dengan kulit abu-abu agak terang.

Warga Desa Botubarani Yolanda Hasan mengungkapkan, awal kemunculan Hiu Paus itu terjadi sekitar 2013. Saat itu, warga sekitar Desa Botubarani yang didominasi nelayan, melihat kemunculan ikan raksasa tersebut. “Ketika itu warga sedang memancing ikan di sekitar area pabrik pengolahan udang,” ungkap Yolanda.

Melihat fenomena ini, warga mengaku cukup terkejut, karena mengira ikan itu terseret arus ombak. Namun, saat itu warga mengaku biasa-biasa saja, karena memang sering bertemu ikan yang oleh warga sekitar disebut Munggiango Hulalo itu. “Waktu itu, hanya satu ekor yang sering orang sini lihat kesana kamari sekitar 100 meter dari pabrik,” ungkap Mei.Â