Hargo.co.id, GORONTALO – Wakil Ketua DPRD Gorontalo Utara (Gorut), Hamzah Sidik mempertanyakan manfaat digelarnya Festival Pesona Saronde (FPS). Menurutnya, jika manfaat hanya jangka pendek, ada baiknya pemerintah menahan diri dulu.
‘Saya bingung, karena konsep dan polanya sama setiap tahunnya. Targetnya juga membingungkan. Perspektif terhadap pelaksanaan kegiatan FPS harus jelas apa manfaatnya buat rakyat. Jika anggarannya dari kementrian dan itu bagus. Namun jika anggarannya dari daerah dan besar maka harus ada tolak ukur tersendiri dari pelaksanaan kegiatan tersebut,” kata Hamzah Sidik.
Lanjut katanya, bahwa terhadap pelaksanaan kegiatan yang dilakukan tersebut dengan manfaatnya itu boleh diukur melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD) Gorontalo Utara dari sektor wisata khusus dari Pulau Saronde.
“Dari pelaksanaan kegiatan setiap tahunnya, paling tidak anggaran yang dikeluarkan, feedbacknya 2-3 kali lipat,” ujarnya.
Pelaksanaan FPS di masa pandemi saat ini, kata Hamzah Sidik, perspektifnya dapat saja membantu mobilitas.
“Itu dilihat dari sisi kuantitas terhadap besaran penggunaan perahu dan itu merupakan manfaat jangka pendek,” jelasnya.
Nah, kata Hamzah Sidik, bagaimana dengan manfaat jangka panjangnya? Manfaat dari pelaksanaan FPS itu seperti apa? Perimbangan antara anggaran atau uang yang dikeluarkan dan yang masuk harus berkali kali lipat.
“Dan hasilnya seperti apa itu sama saja setiap tahunnya,” paparnya.
Harusnya ada evaluasi yang dilakukan dari pelaksanaan kegiatan setiap tahunnya, tahun kemarin seperti apa hasilnya.
“Perlu dihitung kalau tidak ada manfaatnya, ya pemerintah daerah harusnya menahan diri,” kuncinya. (***)
Penulis: Alosius M. Budiman
