Punya Riwayat Penyakit Jantung, Keluarga Mayat di Pentadio Resort Tolak Otopsi

×

Punya Riwayat Penyakit Jantung, Keluarga Mayat di Pentadio Resort Tolak Otopsi

Share this article
Punya Riwayat Penyakit Jantung, Keluarga Mayat di Pentadio Resort Tolak Otopsi
Petugas kepolisian saat mengevakuasi mayat Alm. Idrus Labantu. Pria paruh baya yang meninggal saat sedang berendam di kolam air hangat di objek wisata Pentadio Resort. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Keluarga Alm. Idrus Labantu (61), pria yang meninggal saat sedang berendam di kolam air hangat di objek wisata Pentadio Resort, Kabupaten Gorontalo, menolak untuk dilakukan otopsi. 

Pasalnya, mantan Kadis Pertanian Gorontalo Utara itu, diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan sering melakukan terapi di kolam air panas yang ada di Objek Wisata Pentadio Resort.

“Korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan sering melakukan terapi seminggu tiga kali di kolam pentadio resort. Keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi pada korban,” kata Kapolsek Telaga Biru, IPDA. M. Ammar Edwin Saputra, S.Trk kepada Hargo.co.id, Sabtu (18/09/2021).

Sebelumnya, sekitar pukul 10.00 WITA, korban yang merupakan warga asal Kelurahan Hutuo, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo sedang mandi di kolam renang di salah satu objek wisata tersebut.

Iwan Bahuwa, salah seorang petugas loket di pintu masuk kolam yang jaraknya kurang lebih sekitar 4 meter dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) melihat korban sedang berendam di kolam air hangat yang kedalamannya 70 CM.

“Korban berendam sambil berpegang pada pinggir kolam dan menggerak-gerakkan tubuhnya di dalam air. Korban kemudian mencelupkan kepalanya ke dalam air setelah itu naik lagi keatas pinggir kolam dan tidur terlentang diatas pinggir kolam,” tuturnya. 

Gerakan tersebut di ulang-ulang oleh korban. Selang beberapa saat, Iwan Bahuwa kemudian mendapatkan laporan dari salah satu pengunjung yang sedang mandi bahwa kepala korban tidak lagi muncul ke permukaan. 

“Mengetahui hal tersebut, Iwan Bahuwa bersama petugas kolam lainnya langsung mengangkat korban ke atas tepi kolam dan memberikan pertolongan pertama. Namun, korban sudah tidak bernafas lagi,” kata IPDA. M. Ammar Edwin. 

Keluarga korban telah menandatangani pernyataan untuk dilakukan otopsi pada korban. Saat ini korban telah berada di pihak keluarga untuk dimakamkan. (***) 

 

Penulis : Sucipto Mokodompis