Hargo.co.id, GORONTALO – Angka kemiskinan di Kabupaten Gorontalo (Kabgor) menunjukkan tren penurunan signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin pada 2026 tercatat sebesar 13,56 persen, turun dari 14,89 persen pada 2025.
Penurunan sebesar 1,33 poin persentase tersebut setara dengan berkurangnya sekitar 5.000 penduduk miskin dalam kurun waktu satu tahun. Jika sebelumnya jumlah penduduk miskin mencapai 56,13 ribu orang, kini tersisa 51,13 ribu orang.
Capaian ini menjadi salah satu indikator positif dari perkembangan pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Bupati Gorontalo Sofyan Puhi bersama Wakil Bupati Tonny S. Junus.
Penurunan angka kemiskinan tersebut memperlihatkan adanya perbaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Gorontalo pun terus mendorong pembangunan yang tidak semata mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Sejumlah sektor menjadi perhatian dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan. Di antaranya penguatan ekonomi keluarga, pemberdayaan pelaku usaha mikro, perluasan kesempatan kerja, peningkatan akses terhadap layanan dasar, serta perlindungan sosial bagi masyarakat rentan.
Jika ditarik lebih jauh, perbaikan tersebut juga terlihat dalam rentang waktu delapan tahun terakhir. Pada 2018, persentase penduduk miskin di Kabupaten Gorontalo masih mencapai 19,84 persen. Sementara pada 2026, angkanya telah menyusut menjadi 13,56 persen atau turun 6,28 poin persentase.
Meski demikian, capaian tersebut belum membuat pekerjaan pemerintah daerah selesai. Pasalnya, angka kemiskinan Kabupaten Gorontalo masih berada di atas rata-rata Provinsi Gorontalo yang tercatat sebesar 12,16 persen.
Secara regional, persentase kemiskinan tertinggi di Provinsi Gorontalo tercatat di Kabupaten Gorontalo Utara sebesar 15,41 persen. Sementara Kota Gorontalo menjadi daerah dengan persentase kemiskinan terendah, yakni 4,69 persen.
Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus dorongan bagi pemerintahan Sofyan–Tonny untuk memperkuat berbagai program penanggulangan kemiskinan agar lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata.
Perhatian tidak hanya diarahkan pada penyaluran bantuan sosial, tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas masyarakat, pengembangan usaha ekonomi produktif, serta pemerataan akses pendidikan dan kesehatan.
Sebab, keberhasilan mengurangi kemiskinan tidak cukup hanya diukur dari berkurangnya jumlah penduduk dalam kategori miskin. Lebih dari itu, masyarakat harus memiliki kesempatan untuk meningkatkan pendapatan, memenuhi kebutuhan hidup, dan membangun kemandirian ekonomi.
Dengan tren penurunan yang terus terjaga, Pemerintah Kabupaten Gorontalo diharapkan mampu mempertahankan momentum tersebut
melalui kebijakan pembangunan yang inklusif, konsisten, dan berkelanjutan.
Data ini bersumber dari Berita Resmi Statistik BPS Kabupaten Gorontalo dan BPS Provinsi Gorontalo
berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret. (Adv)












