Hargo.co.id GORONTALO – Bicara full day shcool, sebetulnya tak ada yang salah. Di Gorontalo konsep ini telah lama diterapkan pada beberapa sekolah. Hasilnya, siswa justeru lebih berprestasi.
Lihat saja di MAN Insan Cendekia Gorontalo. Siswa jebolan sekolah ini pasti lulus dan terterima di seluruh pergurungan tinggi tertama di Indonesia. Ada beberapa yang bahkan diterima pada perguruan tinggi di luar negeri.
Sistem pengajaran yang teratur kendati full seharian, membut MAN Insan Cendekia merupakan pencetak siswa-siswa berprestasi. Di sekolah ini bahkan siswanya langganan juara pada kegiatan olimpiade baik nasional maupun internasional.
Sama halnya dengan MTs/MA Alhuda Kota Gorontalo. Hanya saja, di sekolah ini menerapkan dua sistem, yakni asrama dan non asrama. Kendati begitu, tetap saja sistem pembinaanya full day.
Kepada Gorontalo Post, Wakil Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan MTS Al Huda Gorontalo, Rusni Lihawa mengungkapkan, system pendidikan yang ada di MTS dan MA Al Huda Gorontalo ada dua, yakni program sekolah umum dan sekolah pemondokan.
Untuk sekolah umum, siswa mengikuti program pendidikan secara umum, yakni masuk pukul 07.00 wita kemudian pulang pada pukul 13.30 wita. “Untuk sekolah umum mereka masuk dan pulangnya seperti biasa,†ujarnya.
Namun, selain mengikuti pendidikan sekolah, siswa juga akan mengikuti kegiatan ekstrakulikuler seperti pramuka, olahraga, keagamaan, dan kesenian, tapi semuanya diluar jam sekolah.
Sementara itu, untuk pendidikan sekolah pemondokan atau pesantren sendiri, siswa tinggal di dalam pondok pesantren yang telah disediakan oleh sekolah.
