Miris! Hanya Karena Sakit Hati, Suami Bantai Istri Hingga Tewas

×

Miris! Hanya Karena Sakit Hati, Suami Bantai Istri Hingga Tewas

Share this article
Ilusrasi

Hargo.co.id Gorontalo – Kehidupan rumah tangga pasangan Anco Daud (40) dan dan Wiwin Inunu (34) warga Desa Tunggulo Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, harus berakhir dengan tragis.

Wiwin yang telah dinikahi anco pada pertengahan 2007 silam, terpaksa meregang nyawa akibat ditikam suaminya sendiri. Nyawa Ibu dua anak ini tidak bisa tertolong lagi setelah mendapatkan 11 tusukan disekujur tubuhnya.

Peristiwa yang sempat menggegerkan warga sekitar kejadian ini, terjadi pada Selasa (16/8) sekitar pukul 16.00 Wita. Sementara untuk motif pembunuhan ini diduga karena Anco sakit hati pada sang istri, yang disangkanya sudah mulai melirik lelaki lain.

Kejadian bermula ketika Anco menjemput Wiwin di salah satu taylor dikompleks Shoping Center Limboto sekitar pukul 14.00 Wita.

Kali ini Anco sengaja menjemput sang isteri, lantaran beberapa hari terakhir Wiwin sering pulang menjelang Magrib, padahal sebelumnya Wiwin biasanya pukul pukul 14.00.

Hal inilah yang membuat Anco curiga. Saat menjemput Wiwin, keduanya sempat cekcok, hingga berlajut dirumah mereka yang terletak di Desa Tunggulo.

Setibanya dirumah, pertengkaran antara keduanya semakin parah,hingga terdengar oleh warga sekitar. Hanya saja warga sekitar tidak menaruh curiga terhadap cekcok antara suami isteri itu. Demikian pula dengan mertua (orang tua Anco),

” Memang dorang kalau bertengkar, suaranya sampai terdengar oleh warga sekitar, jadi kami kira hanya berkelahi biasa”. ungkap beberapa warga yang ada dilokasi kejadian.

Diduga karena tak kuat menahan emosi, Anco lantas mencabut pisau yang terselip dipingganngnya dan langsung mengarahkan pisau tersebut ketubuh wiwin. Sejurus kemudian Wiwin yang tak menduga suaminya senekat itu, langsung bersimbah darah.

Saat itu Wiwin masih sempat menyelamatkan diri dan meminta pertolongan mertuanya. Namun karena luka yang dialaminya terlalu parah sehingga iapun langsung terkulai lemas dengan darah yang membasahi tubuhnya.

melihat sang isteri yang bersimbah darah, anco langsung melarikan diri ke markas batalyon 713 Satya Tama. Pria yang berprofesi sebagai petani itu sengaja mengamankan diri untuk menghindari amukan warga sekitar.