Syarif Bakal Terganjal di Musda

×

Syarif Bakal Terganjal di Musda

Sebarkan artikel ini
Syarif Mbuinga

Hargo.co.id GORONTALO – Keingin kader Beringin Panua agar Syarif Mbuinga kembali duduk sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Pohuwato, nampaknya alami kendala. Muncul dugaan jika Syarif Mbuinga akan terganjal Juklak terbaru Partai Golkar, sehingga niatnya untuk memimpin Beringin Panua gagal.

Perlu disampaikan bahwa DPP Partai Golkar telah mengeluarkan Juklak terbaru terkat penyelenggaraan Musda DPD I dan Musda DPD II se Indonesia.

Pada Jumlak itu, terdapat poin yang menjelaskan bahwa seorang calon ketua tidak mempunyai hubungan suami/istri atau keluarga sedarah dalam satu garis lurus ke atas dan ke bawah yang duduk sebagai anggota lembaga perwakilan rakyat (DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota) mewakili partai politik lain atau menjadi pengurus partai politik lain dalam satu wilayah yang sama.

Saat ini, Ketua DPC Partai Gerindra Pohuwato, Saipul Mbuinga adalah kaka kandung Syarif Mbuinga. Yang bersangkutan juga merupakan Wakil Ketua DPRD Pohuwato.

Selain itu, Syarif Mbuinga juga akan terganjal dnegan aturan bahwa seorang figur hanya boleh dua periode duduk sebagai pimpinan Partai Golkar. Syarif Mbuinga saat ini tengah menjalankan periode keduanya.

Meski demikian, Ketua Organizing Comite (OC), Gusti Goma menyatakan, memang seperti itu dalam Juklak. Tapi ada pula penjelasan lainnya dalam Juklak yang membolehkan untuk mencalonkan kembali. Apalagi ketika itu sangat dibutuhkan oleh partai.

“Ada dalam Juklak pengecualiannya dan menurut kami pak Syarif Mbuinga bisa menjadi calon pada Musda DPD II Golkar Pohuwato nanti. Kami pun sudah mengkonsultasikan hal ini di DPP,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD II Golkar Pohuwato, Nasir Giasi menyatakan, ada kurang lebih 1.000 kader Golkar bakal hadir pada Musda yang akan digelar pada 29 Agustus nanti. Namun yang memiliki hak suara hanya ada kurang lebih 19 orang.

“Nanti kita lihat bagaimana prosesnya,” ungkap Nasir Giasi singkat.

Selain Syarif Mbuinga yang disebut-sebuat sudah dua periode namun masih akan ikut Musda, nama Thomas Mopili juga demikian.

Sekretaris DPD II Golkar Gorontalo Utara (Gorut, Iwan Koli menegaskan bahwa Musda mendatang baru Musda II. Sehingga dalam hitungannya, Thomas Mopili masih boleh memimpin Golkar jika nantinya dipercayakan oleh kader.

“Pada 2008 lalu, dilakukan Musda karena akan digelar Pemilu legislatif karena harus ada pimpinan dan pengurus Parpol definiti. Masa periode itukan 5 tahun, pada saat itu Thomas hanya 1 tahun. Makanya pada Musda kali ini adalah Musda yang ke II bukan Musda ke III,” tegas Iwan Koli.(kif/idm/hargo)