Hargo.co.id GORONTALO – Kabar gembira bagi petani jagung di Gorontalo. Kendati musim panen kali ini melimpah, tapi harga jagung dipastikan tidak turun. Hal ini ditegaskan langsung Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, saat panan jagung di Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Kamis (25/8) kemarin.
Amran memastikan, pemerintah telah menetapkan harga jagung Rp 3.150 /kg dengan kadar air 15 persen. Ketetapan harga jagung tersebut, lanjut Menteri Amran Sulaiman wajib ditaati, baik oleh pengumpul swasta maupun oleh Badan Urusan Logistik (Bulog).
Menteri Amran Sulaiman menegaskan, jika pihak swasta tidak menerima jagung petani, maka Bulog wajib untuk membeli. “Bulog siap serap kalau swasta tidak beli,”ujarnya.
Menurut Menteri Amran Sulaiman, ada Rp 30 triliun uang Bulog hanya untuk membackap hasil panen petani. “Kalau tidak beli, berarti dia tidak cinta jabatanya,” terang Menteri Amran Sualaiman.
Contohnya di Kalimantan Selatan, dalam dua hari kunjunganya di daerah itu ia mendapat keluhan jagung yang tidak dibeli Bulog.
“Nggak terima lagi alasan. Saya cek apakah sudah dibeli jagung. Anu pak ini ada ujan. Ya kalau hujanya sepanjang tahun. Kami langsung ganti, saya minta direksinya dan langsung diganti,” tegas Amran.
Begitu pun di Jawa Tengah, dalam lawatanya ke daerah itu, petani teriak soal pupuk yang langkah, ternyata stok di gudang banyak. “Pagi terima laporan, sore diganti managernya. Nggak ada waktu untuk diskusi, rakyat butuh kita. Kita ini pelayan rakyat,”tegas Amran
. Sehingganya, lanjut Menteri asal Makassar ini, harga jagung pasti stabil, sebab pemerintah menjaminya. “Berapapun banyaknya pasti akan dibeli,”terangnya. Dengan produksi yang ada saat ini yakni 1 juta ton, maka ada kurang lebih Rp 3 triliun uang hasil jagung yang beredar di Gorontalo.(and/tro/hargo)
