Hargo.co.id GORONTALO – Â Sementara itu, produksi dan luas areal pertanaman jagung di Provinsi Gorontalo dari tahun ke tahun terus menunjukan peningkatan yang signifikan. Sebelum tahun 2015, luas areal baru berkisar 100 ribu hektar, kini meningkat dua kali lipat menjadi 200 ribu hektar.
Sementara produksi jagung Gorontalo yang kini mencapi 1 juta ton memberikan sumbangsi terbesar bagi penurunan 60 persen impor jagung nasional. Dengan capaian ini, Menteri Pertanian meminta agar luas area tanam ditambah hingga 400 ribu hektare. Kementerian Pertanian, lanjut Amran Sulaiman akan memberikan dukungan penuh untuk Gorontalo.
Dalam kunjungan ke Gorontalo yang didampingi Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, dan Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo ikut melakukan panen raya jagung seluas 15 hektar di Desa Ayumolingo, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo.
“Sebelum ini luas areal jagung Gorontalo hanya 100 ribu hektar. Tidak ada sejarah diatas dari luasan itu. Tapi kini areal jagung mencapai 200 ribu hektar. Ini sangat luar biasa,” ungkap Amran.
Amran menyampaikan dengan keberhasilan ini, kedepan akan terus ditingkatkan. Luas areal pertamanan jagung di Gorontalo akan ditingkatkan menjadi 400 ribu hektar. Untuk menopangnya, pemerintah pusat akan memberikan bantuan secara maksimal.
Mulai dari pupuk, benih, alsintan, sampai penyediaan infrastruktur pendukung kegiatan pertanian. “Kita akan menjadi Gorontalo sebagai lumbung jagung Indonesia. Ini target kita kedepan. Kita melihat Gorontalo sebagai daerah yang memiliki potensi besar untuk pengembangan jagung,” jelasnya.
Mentan berharap dari Gorontalo, Indonesia kedepan akan menjadi pengekspor jagung besar untuk memenuhi kebutuhan luar negeri.
Gubernur Gorontalo Rusli Habibe mengungkapkan, peningkatan produksi jagung memang menjadi salah satu program yang terus diseriusi pemerintahan Nyata Karya Rusli Idris (NKRI). Ia bersyukur semangatnya mengembangkan jagung mendapat dukungan Kementerian Pertanian.
“Pak Menteri katakan, 1 juta ton (produksi) bisa?. Saya katakan bisa. Yang penting, beri petani benih gratis, pupuk dan alsintan ditambah,”terangnya. Hasilnya, kata Rusli Habibie bisa dilihat sekarang ini. “Dimana-mana kita lihat jagung. Dan itu jagung asli Gorontalo,”terang Rusli Habibie.(and/tro/hargo)
