Bone Bolango Rawan Pencurian, Ketua DPRD: CCTV di Jalan Itu Penting

×

Bone Bolango Rawan Pencurian, Ketua DPRD: CCTV di Jalan Itu Penting

Sebarkan artikel ini
Suasana di kawasan Center Point Kabupatrlen Bone Bolango
Suasana di kawasan Center Point Kabupatrlen Bone Bolango

Hargo.co.id, GORONTALO – Memasuki beberapa bulan terakhir di tahun 2022, peristiwa pembongkaran dan pencurian pada malam hari di sejumlah wilayah di Kabupaten Bone Bolango terinformasi marak terjadi, bahkan masih banyak kasus serupa yang juga belum terungkap.

Dari hasil penelusuran, pengungkapan kasus pencurian tidak terlepas dari kendala tidak adanya kamera pengintai atau cctv yang terpasang di sejumlah titik dan dianggap rawan gangguan kamtibmas. Misalnya di setiap simpang jalan, fasilitas umum, pintu masuk dan keluar wilayah, maupun objek vital lainnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, beberapa kejadian pencurian seperti di kawasan Center Point Kecamatan Tilongkabila, kawasan Rumah Sakit Toto, di Kecamatan Botupingge, yang korbannya mengalami kerugian puluhan juta rupiah hingga kini belum juga terungkap.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bone Bolango, Halid Tangahu, menuturkan dimana pihak Pemerintah perlu mengadakan cctv karena penting, khususnya di tempat – tempat atau lokasi yang dinilai rawan terjadi peristiwa atau gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“CCTV sangat penting, dipasang di jalan dan tempat – tempat umum. Ini bisa membantu aparat penegak hukum dalam mengungkap kasus pencurian atau konflik lalu lintas,” tutur Halid Tangahu saat diwawancarai pada Rabu (21/09/2022).

Menurut orang nomor satu di kalangan legislatif Bone Bolango itu, meskipun pengadaan cctv itu penting, namun kondisi saat ini yang memiliki keterbatasan anggaran, menurutnya bisa juga dianggarkan pada tahun depan. Meski begitu sistem penganggarannya bisa melalui sharing dengan pihak Pemerintah Provinsi.

Sementara itu selaku warga masyarakat di Kecamatan Tilongkabila, Yan Asimon, mengaku maraknya pencurian ini membuat warga menjadi was – was. Menurutnya meski warga selalu siaga, namun tidak menutup kemungkinan akan lengah saat istirahat atau tidur, sehingga memudahkan pelaku menjalankan aksinya.

“Meski siaga, ya kalau kami tidur, sudah tidak tahu apa-apa. Pencuri masuk, selesai barang kita. Belum lagi kalau warung, toko, atau tempat usaha kita jauh dari rumah, mereka lebih leluasa beraksi. Kalau ada cctv di jalan, pasti mereka takut. Makanya kami harap pemerintah pasang cctv walau hanya di pintu keluar masuk desa, dan fasilitas umum, tapi jangan sampai cctv hanya memantau dan tidak dapat menyimpan. Ini juga bisa membantu aparat untuk mengungkap kasus,” pungkas Yan Asimon. (*)

 

Penulis: Zulkifli Polimengo