Hargo.co.id, GORONTALO – Memiliki hobi yang bisa menghasilkan uang tentu menjadi kesenangan tersendiri. Apalagi di tengah perkembangan industri digital saat ini, hobi yang dikemas dengan baik berpotensi menjadi sumber pendapatan baru penghasil “cuan”.
Meski begitu, tetap dibutuhkan kecakapan digital agar hobi tersebut benar-benar optimal sebagai sumber pendapatan baru. Ada banyak cara untuk meningkatkan kecakapan digital tersebut, salah satunya dengan mengikuti webinar terkait peningkatan kapasitas di bidang tersebut.
Seperti webinar Kementerian Komunikasi dan Informatika RI yang mengangkat topik “Meraup Cuan di Era Digital: Jadikan Hobi menjadi Profesi!” yang diselenggarakan bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi secara hibrida yang dilaksanakan di Kota Gorontalo, Selasa (27/9/2022).
Dalam pemaparannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut, CEO & Founder Rumah Karawo Agus Lahinta mengatakan, di era digital yang tumbuh pesat sekarang ini banyak peluang baru yang bermunculan dan berpotensi menghasilkan uang.
Beberapa di antaranya adalah menjadi blogger, novelis, copywriter, content writer, atau juga content creator. Tak hanya di bidang tulis-menulis, hobi di bidang fotografi juga banyak memberikan peluang baru, misalnya sebagai fotografer pernikahan atau fotografer profil perusahaan.
Agus Lahinta juga membagikan pengalamannya saat menggeluti hobinya di dunia travelling. Hobi tersebut yang membawa dirinya menjadi pemenang dalam kompetisi Travelling pada 2010 dan berkesempatan untuk berkeliling Indonesia.
Dari sana, dirinya banyak mengenal ragam dan budaya di sejumlah tempat di Nusantara. Salah satunya adalah ragam kain Nusantara di kawasan timur Indonesia.
Hobi ini kemudian diteruskan dengan mendirikan Rumah Karawo pada 2014. Salah satu produk yang dijual adalah kain karawo yang merupakan khas Gorontalo yang dipasarkan lewat media sosial, seperti Facebook dan Instagram.
“Semua itu bisa berawal dari hobi yang berlanjut menjadi sebuah profesi untuk mendatangkan cuan. Hobi lain yang juga bisa mendatangkan cuan adalah memasak, berkebun, atau desain fashion,” kata Agus Lahinta.
Relawan TIK Wilayah Provinsi Gorontalo, Rian Oktavianto Husain, narasumber lain dalam webinar itu mengatakan, profesi yang diawali dengan hobi akan terasa menyenangkan dan tidak terasa berat lantaran melakukannya dengan hati yang gembira. Biasanya, profesi yang berawal dari hobi akan menumbuhkan produktivitas.
“Agar hobi bisa menghasilkan cuan, fokuslah pada satu bidang, lalu perkuat dengan branding, baik online maupun offline. Terus berinovasi dan bergabung dengan komunitas agar jejaring semakin bagus, itulah beberapa cara agar hobi bisa menghasilkan cuan,” ujarnya.
Salah seorang Influencer dan figur publik, Tarra Budiman yang juga hadir dalam webinar tersebut mengatakan, hobi bisa menjadi sumber cuan bagi siapa saja. Syaratnya, harus ada strategi pemasaran secara digital yang tepat agar hobi tersebut bisa optimal sebagai sumber cuan. Selain efektif dan efisien, strategi pemasaran digital bisa menjangkau lebih banyak orang tanpa dibatasi oleh geografis.
Jawara Internet Sehat Provinsi Gorontalo Candra Adi Saputra menambahkan, tingginya penetrasi internet di Indonesia menjadi peluang baru sekaligus tantangan dalam pemasaran produk UMKM. Peluang tersebut berupa jangkauan pemasaran yang semakin luas dan terbuka lebar.
Peluang tersebut, kata Candra Adi Saputra, juga disertai dengan tantangan berupa keamanan digital bagi pelaku UMKM. Hal ini membuat pelaku usaha harus juga memperkuat sistem keamanan digital di perangkat yang digunakan agar terhindar dari ancaman kejahatan siber, seperti phishing, malware, hacking dan sebagainya.
Hal yang disampaikan para narasumber tersebut diakui oleh Wakil Wali Kota Gorontalo Ryan F Kono. Menurutnya, transformasi ke ekosistem digital menjadi keharusan bagi pelaku UMKM di manapun berada, termasuk di Gorontalo.
“Agar UMKM lebih mulus bertransformasi ke ekosistem digital, mereka membutuhkan pelatihan dan pendidikan literasi digital. Selain itu tentunya dibutuhkan pula penguatan jaringan internet di berbagai pelosok daerah agar transformasi bisa berjalan lancar tanpa hambatan,” kata Ryan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Kota Gorontalo, Nixon Rachman menambahkan, dibutuhkan etika dalam pemasaran secara digital agar produk UMKM bisa menjangkau lebih banyak pelanggan. Pelaku UMKM juga wajib menghindari plagiasi atau menjiplak merek maupun foto karya orang lain.
“Selain harus jujur tentang produknya, pelaku UMKM harus ramah dan cepat dalam melayani pelanggan. Jangan ingkar janji dalam proses pengiriman barang ke pembeli. Sekali kita ingkar, maka reputasi kita sebagai penjual akan jatuh,” katanya.
Berbagai informasi maupun pengalaman yang disampaikan para narasumber tersebut tentu menjadi tambahan pengetahuan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan hobinya. Masyarakat yang berminat mengikuti kegiatan ini dapat mengakses info.literasidigital.id atau media sosial Kemenkominfo dan Siberkreasi.
Informasi seperti ini sangat penting bagi masyarakat. Selain dapat mengembangkan hobi menjadi sumber penghasilan, Kegiatan ini juga bertujuan untuk menciptakan Komunitas Cerdas dan membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul dalam memanfaatkan internet secara positif, kritis dan kreatif di era industri 4.0.
Melalui Gerakan Nasional Literasi Digital yang dilaksanakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI ini, masyarakat diharapkan bisa menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif.
Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama GNLD Siberkreasi juga terus menjalankan program Indonesia Makin Cakap Digital melalui kegiatan-kegiatan literasi digital yang disesuaikan pada kebutuhan masyarakat. (*)
