Sambut Malam Nuzulul Qur’an dengan Festival Pawai Obor

×

Sambut Malam Nuzulul Qur’an dengan Festival Pawai Obor

Sebarkan artikel ini
Suasana Festival Pawai Obor dan Karnaval Budaya di Kelurahan Molosipat W, Kec. Kota Barat, Kota Gorontalo. (Foto: Prokopim Pemkot Gorontalo)
Suasana Festival Pawai Obor dan Karnaval Budaya di Kelurahan Molosipat W, Kec. Kota Barat, Kota Gorontalo. (Foto: Prokopim Pemkot Gorontalo)

Hargo.co.id, GORONTALO – Guna menyambut malam Nuzulul Qur’an 16 Ramadhan 1444 H, Dinas Pariwisata Pemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kota Gorontalo bekerjasama dengan Pemuda Molosipat W Bangkit menggelar Festival Pawai Obor, Rabu (5/4/2023) malam.

Pawai obor tersebut mengambil titik start dari Toko Meubel Barrak’na, kemudian melintasi Taman Molosipat W, Jembatan Merah Putih, SPBU Jalan Raja Eyato dan finish di simpang tiga menuju graha Azizah. Ada 1444 obor yang dibuat sesuai dengan tahun Hijriah pada Ramadhan tahun ini. Ribuan obor berasal dari masing-masing peserta mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Tak ketinggalan pula ibu-ibu pengajian.

Pelaksanaan pawai obor makin meriah dengan adanya karnaval budaya yang mempresentasekan baju adat tradisional Gorontalo. Pihak panitia juga menyediakan 2023 kolak ubi yang bisa dinikmati oleh pengunjung.

Festival Pawai Obor dan Karnaval Budaya membuat Wali Kota Gorontalo, Marten Taha kaget. Ia tak menyangka bahwa festival budaya dan pawai obor akan semeriah ini.

“Saya tidak menyangka semeriah ini, saya kira masih seperti tahun lalu,” ungkap Marten saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan.

Marten juga menyatakan, akan mendukung sepenuhnya Pawai Obor yang dilaksanakan setiap tahun di bulan Ramadan saat menyambut malam Nuzulul Quran di Kota Gorontalo. “Saya menyatakan bahwa saya akan dukung sepenuhnya setiap tahun dan kita bikin lebih meriah lagi,” tegas Marten.

“Terima kasih banyak panitia pelaksana dan masyarakat setempat yang sudah antusias mempersiapkan kegiatan ini, sehingga kegiatannya berjalan dengan baik,” tutupnya.

Sementara itu, Hermawan Prayogo Mozin selaku ketua panitia mengatakan, tujuan dari kegiatan pawai obor adalah untuk meningkatkan kembali rasa kemanusiaan dan kepedulian antar sesama manusia setelah mengalami masa pandemi yang berkepanjangan.

“Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyambutan malam Nuzulul Qur’an, sehingga selain pawai obor dan karnaval budaya, kami dari panitia juga melakukan pembagian Al-Qur’an ke taman pengajian yang sudah kami telusuri,” ungkap Hermawan. (*)

Penulis: Indrawati Endris dan Nazlia Busra/Mahasiswa Magang UNG