Kabar Politik

Penyebab Bencana di Bone Bolango Bukan Karena Menyalahi Adat, Tapi Hutan yang Semakin Gundul

×

Penyebab Bencana di Bone Bolango Bukan Karena Menyalahi Adat, Tapi Hutan yang Semakin Gundul

Sebarkan artikel ini
Penyebab Bencana di Bone Bolango Bukan Karena Menyalahi Adat, Tapi Hutan yang Semakin Gundul
Calon Bupati Bone Bolango, Merlan Uloli ketika meninjau bencana banjir yang terjadi di wilayah pesisir beberapa waktu lalu.

Hargo.co.id, GORONTALO – Sudah diduga sedari awal, Calon Bupati Bone Bolango, Merlan Uloli akan diserang dengan adat daerah.

Berita Terkait:  Kabar Gembira: MULUS Siapkan Lapangan Pekerjaan di Luar Negeri Bagi Anak Muda, Begini Skemanya

Hal itu pun terbukti. Di salah satu kampanye pasangan calon (Paslon) kompetitornya, ada pernyataan bahwa bencana yang terjadi di Bone Bolango disebabkan pemimpin daerah berasal dari kalangan perempuan.

Pernyataan ini, kontradiktif dengan hasil pengamatan pakar di berbagai universitas ternama di Indonesia yang menyebut dalang atau pemicu terjadinya bencana alam dikarenakan aktivitas manusia yang melakukan penebangan hutan secara liar.

Berita Terkait:  Musda VI PAN Kabupaten Gorontalo, Masyarakat Bisa Mendaftar Sebagi Calon Ketua

Ya, banjir dan longsor terjadi lantaran hutan yang bergungsi sebagai penyerap air tidak dapat menyerap dan menyimpan air dalam jumlah yang banyak ketika hujan lebat terjadi.

Untuk itu, warga jangan sampai terjebak dengan pernyataan para juru kampanye (Jurkam) yang tak berdasar. Terlebih, Ketua Dewan Adat Provinsi Gorontalo, Alim S. Niode menegaskan, jika perempuan tak dilarang adat untuk menjadi pemimpin di Gorontalo.

Berita Terkait:  Blusukan di Dua Desa, Paslon BUPATI Tampung Keluhan Warga Tentang Masalah PDAM

“Siapa bilang perempuan tidak bisa jadi pemimpin di Gorontalo yang merupakan daerah adat.

Perempuan bisa jadi pemimpin di Gorontalo,” tegas Alim ketika diwawancarai usai sebuah kegiatan

yang bertemakan penguatan nilai demokrasi melalui penjaminan atas hukum adat, yang berlangsung di Gedung Bele li Mbui beberapa waktu lalu.

Alim juga mengungkapkan, dalam adat Gorontalo, kedudukan perempuan lebih mulia daripada laki-laki.

Berita Terkait:  Bila Merlan-Syamsu Terpilih, Pemerintahan Didukung Penuh Rachmat Gobel

“Bahkan, kemuliaan perempuan itu dipinjam oleh laki-laki, untuk digunakan laki-laki dalam tahta kepemimpinannya,” terang Alim Niode.

Pun kalau bencana disebabkan perempuan yang memimpin, lantas bagaimana dengan daerah lain di Gorontalo yang dipimpin laki-laki juga yang sering dilanda bencana? Kota Gorontalo misalnya. Waktu Covid-19 melanda, daerah itu diterjang banjir sebanyak sembilan kali hanya dalam sebulan.

Berita Terkait:  Temui Kader PKB Gorontalo, Ida Fauziah Beri Target DPR RI Hingga Cagub

Kemudian di Kabupaten Gorontalo, Gorontalo Utara, Boalemo, dan Pohuwato. Empat daerah itu juga setiap tahun terdampak banjir. Waktu banjir melanda seluruh daerah di Gorontalo belum lama ini, yang paling parah di Kabupaten Gorontalo. Ya, banjir di daerah itu, warga terdampak banjir hampir sebulan.(*)

Penulis: Rendi Wardani Fathan 

Berita Terkait:  Hadiri Undangan Sandiaga di Jakarta, Sawaludin Sapa Warga Olimoo Lewat Video Call Saat Kampanye