Ekonomi

Jelang Ramadan, Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Terpantau Naik

×

Jelang Ramadan, Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Terpantau Naik

Share this article
Jelang Ramadhan, Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Terpantau Naik
Aktivitas salah satu pedagang rempah-rempah di Pasar Sentral Kota Gorontalo. (Foto: Marsya Paloa/Mahasiswa magang UNG)

Hargo.co.id, GORONTALO – Dua pekan menjelang bulan suci Ramadan, sejumlah harga bahan pokok di pasar tradisional Gorontalo, terpantau mulai mengalami kenaikan.

Berita Terkait:  BRI Sudirman Semanggi Gelar Sosialisasi BRIGuna Prapurna dan Purna bagi Pegawai DPR RI Menjelang Masa Pensiun

Seperti di Pasar Sentral Kota Gorontalo, Kenaikan harga bahan pokok ini terjadi pada komoditas rempah-rempah, beras dan minyak goreng.

Heldi, salah satu pedagang rempah-rempah, mengungkapkan bahwa harga cabai (rica) mengalami lonjakan drastis dari sebelumnya Rp15.000 per kilogram menjadi Rp30.000 per kilogram.

Berita Terkait:  Indonesia Mulai Dipandang sebagai Pusat Pertumbuhan Web3 di Asia Tenggara

“Naiknya lumayan banyak, apalagi rica. Ini memang biasa tiap jelang puasa,” ujarnya.

Selain cabai, harga bawang merah juga naik dari Rp25.000 menjadi Rp38.000 per kilogram,

sementara bawang putih naik tipis dari Rp45.000 menjadi Rp48.000 per kilogram.

Sebaliknya, harga tomat justru mengalami penurunan dari Rp18.000 menjadi Rp16.000 per kilogram,

sedangkan minyak goreng naik tipis dari Rp21.000 menjadi Rp22.000 per liter.

Berita Terkait:  Marianna Resort Mempersembahkan “Frosted Dreams Christmas” dalam Acara Christmas Tree Lighting yang Magis

Sementara itu, khusus harga beras satu karung naik dari Rp 650.000 menjadi Rp680.000, sementara harga eceran perliter berkisar Rp12.000 hingga Rp12.500.

“Kalau telur masih stabil di Rp55.000 sampai Rp60.000 per rak, belum ada kenaikan,” kata Heldi.

Berita Terkait:  Hadir di BRI Consumer Expo 2026 Jakarta, BRI Finance Tawarkan Promo KKB Mulai 1,59%

Sementara itu, Feri Monoarfa pedagang daging sapi menyebutkan bahwa harga daging sapi masih bertahan di Rp125.000 per kilogram.

Berbeda dengan komoditas rempah-rempah, harga ayam potong menjelang Ramadan turun hingga Rp. 20.000 per kilogram.

Berita Terkait:  Tangani Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar, Kementerian PU Kerahkan Ratusan Personel dan Puluhan Alat Berat

“Sebelumnya ayam dijual Rp80.000 per kilogram, sekarang sudah turun menjadi Rp50.000 hingga Rp65.000,” ujar Farel Botutihe, pedagang ayam di Pasar Sentral.

Kenaikan harga bahan pokok ini diperkirakan masih akan berlanjut hingga mendekati bulan Ramadan, dipicu oleh meningkatnya permintaan dan faktor distribusi. Para pedagang berharap pemerintah dapat melakukan intervensi guna menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan tetap aman bagi masyarakat. (MG-09/MG-10/MG-11) 

Berita Terkait:  Nyaman Sejak Langkah Pertama: KAI Perkuat Keandalan Fasilitas Stasiun Seiring Pertumbuhan Pengguna LRT Jabodebek