Ekonomi

Stok Sapi Kurban di Bone Bolango Mulai Menipis, Harga Tetap Normal

×

Stok Sapi Kurban di Bone Bolango Mulai Menipis, Harga Tetap Normal

Share this article
Stok Sapi Kurban di Bone Bolango Mulai Menipis, Harga Tetap Normal
Salah satu pasar sapi di Desa Bongoime, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango. (Foto : Abdulharis Kune untuk HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Tingginya permintaan membuat sejumlah pedagang di sapi kurban di Kabupaten Bone Bolango kehabisan stok.

Berita Terkait:  Mahasiswa BINUS @Bandung Ini Bangun Bisnis Pertanian yang Kini Jangkau 59 Mitra Toko di 9 Kota

Kondisi ini disampaikan sejumlah pemilik sapi di Desa Bongoime, Kecamatan Tilongkabila.

Opa yasi (65) salah seorang penjual sapi di wilayah tersebut mengatakan, hal ini memang kerap terjadi menjelang Idul Adha.

Berita Terkait:  BINUS @Bandung Kerja Sama dengan Todak Academy Malaysia Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa

“Stok sapi cukup banyak, ada 30 ekor. Tapi saat ini hanya tersisa 8 ekor karena memang banyak pembeli,” kata Opa Yasi, Minggu (9/6/2024).

Dirinya mengungkapkan, puluhan ekor sapi tersebut dijual dengan harga bervariasi, mulai dari 12 juta sampai 15 juta keatas.

Berita Terkait:  Mengenal Plinth Track, Struktur Jalan Rel yang Menjaga Keandalan LRT Jabodebek

Kendati banyak pembeli, kata Opa Yasi, tidak harga penjualan sapi masih seperti dihari-hari biasa dan tidak mengalami kenaikan.

Jamal (50), penjual sapi lain menambahkan, penjualan sapi kurban di lokasi mereka berbeda dengan di pasar perdagangan sapi di Gorontalo.

Berita Terkait:  Harga Emas Masih Dibayangi Tren Turun, Peluang Koreksi ke Area 4.096 Tetap Terbuka

Dimana, kata Jamal, usai dibeli sapi tersebut masih dititipkan kepada para penjual dan akan diantarkan saat pelaksanaan kurban.

“Kalau di pasar lain kan habis dibeli harus langsung dibawa pulang, tapi kalau di sini masih bisa dititip sampai lebaran,” ungkap Jamal.(*) 

Berita Terkait:  Krakatau Steel: Perlindungan Baja Nasional adalah Praktik Global dan Fondasi Kedaulatan Industri

Penulis: Abdulharis Kune Mahasiswa Magang UNG
Editor: Sucipto Mokodompis