Ekonomi

Stok Sapi Kurban di Bone Bolango Mulai Menipis, Harga Tetap Normal

×

Stok Sapi Kurban di Bone Bolango Mulai Menipis, Harga Tetap Normal

Share this article
Stok Sapi Kurban di Bone Bolango Mulai Menipis, Harga Tetap Normal
Salah satu pasar sapi di Desa Bongoime, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango. (Foto : Abdulharis Kune untuk HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Tingginya permintaan membuat sejumlah pedagang di sapi kurban di Kabupaten Bone Bolango kehabisan stok.

Berita Terkait:  Rayakan Semangat FIFA World Cup 2026™, Hisense Hadirkan Teknologi Canggih di Jakarta Fair 2026

Kondisi ini disampaikan sejumlah pemilik sapi di Desa Bongoime, Kecamatan Tilongkabila.

Opa yasi (65) salah seorang penjual sapi di wilayah tersebut mengatakan, hal ini memang kerap terjadi menjelang Idul Adha.

Berita Terkait:  Perkuat Legalitas Aset Negara, KAI Daop 7 Madiun Terima 17 E-Sertifikat Tanah dari BPN Kabupaten Madiun

“Stok sapi cukup banyak, ada 30 ekor. Tapi saat ini hanya tersisa 8 ekor karena memang banyak pembeli,” kata Opa Yasi, Minggu (9/6/2024).

Dirinya mengungkapkan, puluhan ekor sapi tersebut dijual dengan harga bervariasi, mulai dari 12 juta sampai 15 juta keatas.

Berita Terkait:  Perkuat Restrukturisasi, Krakatau Steel Mantap Bertransformasi

Kendati banyak pembeli, kata Opa Yasi, tidak harga penjualan sapi masih seperti dihari-hari biasa dan tidak mengalami kenaikan.

Jamal (50), penjual sapi lain menambahkan, penjualan sapi kurban di lokasi mereka berbeda dengan di pasar perdagangan sapi di Gorontalo.

Berita Terkait:  PT Railink Dukung Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi Melalui Layanan KA Srilelawangsa

Dimana, kata Jamal, usai dibeli sapi tersebut masih dititipkan kepada para penjual dan akan diantarkan saat pelaksanaan kurban.

“Kalau di pasar lain kan habis dibeli harus langsung dibawa pulang, tapi kalau di sini masih bisa dititip sampai lebaran,” ungkap Jamal.(*) 

Berita Terkait:  MoraRepublic Dukung Konektivitas Indofest 2026, Festival Outdoor Terbesar di Asia Tenggara

Penulis: Abdulharis Kune Mahasiswa Magang UNG
Editor: Sucipto Mokodompis