Hargo.co.id, GORONTALO – BPOM RI Gorontalo turun langsung memberikan edukasi kepada para pedagang takjil dan pelaku UMKM di depan Kampus I UNG, Jumat (20/2/2025).
Kegiatan ini dilakukan untuk mengingatkan pentingnya menggunakan bahan baku yang segar dan aman, serta tidak memakai bahan berbahaya seperti boraks, dan formalin.
Selain itu, pedagang juga diajak menjaga kebersihan lapak, peralatan, dan cara penyajian agar makanan tetap higienis.
Tak hanya pedagang, masyarakat juga diimbau agar lebih jeli saat membeli takjil. Hindari makanan dengan warna terlalu mencolok, pilih yang disimpan dengan baik dan tertutup.
“Kami juga mengimbau kepada masyarakat, apabila menemukan atau mencurigai adanya penggunaan bahan berbahaya seperti boraks, formalin pada takjil atau makanan yang dijual, silakan segera melaporkannya kepada BPOM. Laporan bisa disampaikan melalui media sosial resmi BPOM Gorontalo dengan menyertakan foto sebagai bukti. Setiap laporan yang masuk akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur,” ujar Kepala BPOM RI Gorontalo, Lintang Purba Jaya.
Kegiatan ini turut melibatkan pemerintah daerah sebagai bentuk kerja sama dalam menjaga keamanan pangan selama bulan Ramadan.
BPOM pun memastikan pengawasan akan terus dilakukan, termasuk pengambilan sampel makanan di sejumlah titik penjualan.
Harapannya masyarakat tetap waspada, dan yang paling penting selalu mengecek kemasan, label, izin,
dan kadaluarsa, baik jajanan maupun dari makanan kemasan.
Para pedagang dan pelaku usaha diharapkan mempertahankan kualitas produknya,
tidak menggunakan bahan berbahaya seperti formalin, boraks, rodamin b, dan methanol yellow.(Mg-08)












