Hargo.co.id, SULUT – Jembatan Milangodaa yang dikenal sebagai salah satu jembatan terpanjang di Desa Milangodaa, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menjadi infrastruktur vital bagi masyarakat setempat.
Jembatan dengan bentangan sepanjang kurang lebih 250 meter ini menghubungkan berbagai wilayah di Bolsel dan berperan penting dalam menunjang aktivitas transportasi sehari-hari.
Jembatan yang berada di Kecamatan Tomini ini bukan hanya sekadar akses penghubung, tetapi juga telah menjadi ikon daerah.
Keberadaannya mempermudah mobilitas warga, mulai dari aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga kebutuhan sehari-hari.
Namun, di balik perannya yang penting, jembatan ini pernah mengalami peristiwa besar.
Pada tahun 2011, Jembatan Milangodaa sempat terputus total akibat banjir bandang yang dipicu oleh tingginya curah hujan.
Arus sungai yang deras menyebabkan struktur jembatan tidak mampu bertahan, sehingga akses masyarakat saat itu sempat terisolasi.
“Jembatan ini sangat penting bagi kami di sini. Dulu waktu putus karena banjir, aktivitas masyarakat benar-benar terganggu,” ujar Fikri, warga Milangodaa.
Ia menambahkan, hingga saat ini jembatan tersebut juga menjadi salah satu titik kumpul favorit warga, terutama pada waktu-waktu tertentu seperti pagi hari di bulan puasa.
Banyak masyarakat yang datang untuk sekadar berkumpul, menikmati suasana, hingga berinteraksi dengan sesama warga.
Dari segi fungsi, Jembatan Milangodaa terus menjadi tulang punggung konektivitas di wilayah Bolsel.
Meski pernah mengalami kerusakan akibat bencana alam, keberadaannya tetap dipertahankan dan menjadi simbol ketahanan infrastruktur di daerah tersebut.
Dengan peran strategisnya, masyarakat berharap jembatan ini terus mendapatkan perhatian dalam hal perawatan dan penguatan struktur,
mengingat kondisi cuaca ekstrem yang sewaktu-waktu bisa terjadi. (Mg-01)












