Hargo.co.id, GORONTALO – Pelaksanaan Temu Jurnalis Gorontalo 2026 dipastikan menjadi momen penting bagi perkembangan industri media digital di daerah.
Selain menghadirkan berbagai sesi diskusi dan pelatihan jurnalistik, kegiatan yang berlangsung pada 12-13 Juni 2026 itu juga dirangkaikan dengan pengukuhan Pengurus Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Gorontalo masa bakti 2026–2029.
Prosesi pelantikan dijadwalkan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Wahyu Dhyatmika. Kehadirannya di Gorontalo menjadi bagian dari rangkaian agenda nasional yang bertujuan memperkuat kapasitas dan profesionalisme media siber di daerah.
Selain memimpin pelantikan, Wahyu juga akan berbagi pengalaman dan pandangannya dalam workshop bertema jurnalisme digital serta tantangan menjaga integritas di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat.
Ketua Panitia Temu Jurnalis Gorontalo 2026, Lukman Polimengo, menjelaskan bahwa pengukuhan kepengurusan AMSI
menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem media digital yang lebih kuat, profesional, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Menurutnya, media siber saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks,
mulai dari persaingan informasi yang cepat hingga tuntutan menjaga kredibilitas dan kualitas produk jurnalistik.
Karena itu, kolaborasi antarperusahaan media melalui AMSI dinilai penting untuk memperkuat standar profesionalisme dan keberlanjutan industri pers.
Pada hari kedua pelaksanaan kegiatan, pelantikan AMSI Gorontalo akan berlangsung bersamaan dengan workshop jurnalistik yang menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan daerah.
Beberapa narasumber yang dijadwalkan hadir antara lain Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Herik Kurniawan, Widodo, Maruli Pardede, serta Zamzam Harira.
Antusiasme peserta juga cukup tinggi. Panitia mencatat jumlah pendaftar telah mendekati 200 orang yang berasal dari berbagai kalangan,
mulai dari wartawan, mahasiswa, pelajar, praktisi humas, hingga pengelola media digital.
Melalui berbagai agenda yang disiapkan, Temu Jurnalis Gorontalo 2026 diharapkan menjadi wadah penguatan kompetensi,
memperluas jejaring antarpelaku media, sekaligus memperkokoh peran media lokal dalam menghadapi dinamika industri digital yang terus berkembang. (Rls)












