Advertorial

Pertamina Patra Niaga Perluas Penyaluran Biosolar B50 di Sulawesi, Sudah Hadir di 457 SPBU

×

Pertamina Patra Niaga Perluas Penyaluran Biosolar B50 di Sulawesi, Sudah Hadir di 457 SPBU

Share this article
Pertamina Patra Niaga Perluas Penyaluran Biosolar B50 di Sulawesi, Sudah Hadir di 457 SPBU
Aktivitas di salah satu SPBU.

Hargo.co.id, GORONTALOPT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus memperluas implementasi program Biosolar B50 di berbagai wilayah Sulawesi.

Berita Terkait:  Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan Pemulihan Infrastruktur Pasca Gempa di Bitung

Hingga Juli 2026, bahan bakar campuran biodiesel 50 persen tersebut telah tersedia di 457 SPBU sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong penggunaan energi baru terbarukan (EBT).

Penyaluran Biosolar B50 saat ini telah berjalan di Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah.

Berita Terkait:  September Ceria Bersama Honda

Pertamina memastikan cakupan distribusi akan terus diperluas secara bertahap ke wilayah lain seiring kesiapan infrastruktur, logistik, dan pasokan di masing-masing daerah.

Dari sisi infrastruktur distribusi, seluruh Main Terminal Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi yang berlokasi di Makassar, Bitung, Baubau, dan Donggala telah menyalurkan Biosolar B50.

Berita Terkait:  Pertamina Hadirkan Kebahagiaan untuk Anak Yatim dan Dhuafa Lintas Agama di Sulut

Sementara itu, implementasi pada sejumlah End Terminal dilakukan bertahap mengikuti jadwal kedatangan pasokan. Fuel Terminal Kendari menjadi terminal pertama yang telah memulai penyaluran, sedangkan terminal lainnya akan menyusul setelah menerima suplai produk.

Berdasarkan data terbaru, sebanyak 457 SPBU di Sulawesi telah melayani penyaluran Biosolar B50. Jumlah tersebut terdiri dari 235 SPBU di Sulawesi Tenggara,

Berita Terkait:  LPS: Jangan Ragu Nabung di Bank Umum, BPR dan Syariah

110 SPBU di Sulawesi Selatan, 64 SPBU di Sulawesi Utara, dan 48 SPBU di Sulawesi Tengah.

Angka ini diproyeksikan terus bertambah seiring berjalannya proses implementasi di seluruh jaringan terminal penyalur.

Berita Terkait:  DAW Tampil Gemilang di DIF 2026, Raih Deretan Gelar Juara

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa implementasi Biosolar B50 dilakukan dengan mengutamakan aspek kualitas produk, keandalan distribusi, serta ketersediaan pasokan bagi masyarakat.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan seluruh aspek operasional siap mendukung implementasi Biosolar B50. Proses penyaluran dilakukan secara bertahap dan terukur dengan tetap menjaga kualitas produk, keandalan distribusi, serta ketersediaan stok agar kebutuhan energi masyarakat di seluruh wilayah tetap terpenuhi,” ujar Lilik pada Rabu (22/7/2026).

Berita Terkait:  TASPEN Salurkan Pembayaran Gaji ke-13 Pensiunan ASN: Mulai 2 Juni, Lewat 46 Mitra Bayar di Seluruh Indonesia

Menurutnya, keberhasilan implementasi Biosolar B50 tidak terlepas dari sinergi antara Pertamina, regulator, pemerintah daerah,

serta mitra operasional yang terlibat dalam rantai distribusi energi.

Berita Terkait:  Citimall Gorontalo Tebar Kebaikan Iduladha 1447 H, Salurkan Hewan Kurban For Warga

“Kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk memastikan implementasi Biosolar B50 berjalan sesuai target. Kami akan terus menjaga kelancaran distribusi, kualitas produk, dan pelayanan kepada masyarakat selama masa transisi berlangsung,” tambahnya.

Sebagai bagian dari agenda transisi energi nasional, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi berkomitmen

Berita Terkait:  Pertamina Patra Niaga Jamin Ketersediaan BBM Selama PENAS XVII di Gorontalo

memastikan penyaluran Biosolar B50 berjalan optimal tanpa mengganggu keandalan pasokan BBM.

Langkah ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan energi masyarakat, sektor transportasi, industri,

Berita Terkait:  Terdampak Kemarau, Warga Kabgor Keciprat Bantuan dari PLN NP UPDK Gorontalo

hingga pelaku usaha sekaligus memperkuat pemanfaatan energi yang lebih berkelanjutan di Indonesia.(Rls)