Hargo.co.id, GORONTALO – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus memperluas implementasi program Biosolar B50 di berbagai wilayah Sulawesi.
Hingga Juli 2026, bahan bakar campuran biodiesel 50 persen tersebut telah tersedia di 457 SPBU sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong penggunaan energi baru terbarukan (EBT).
Penyaluran Biosolar B50 saat ini telah berjalan di Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah.
Pertamina memastikan cakupan distribusi akan terus diperluas secara bertahap ke wilayah lain seiring kesiapan infrastruktur, logistik, dan pasokan di masing-masing daerah.
Dari sisi infrastruktur distribusi, seluruh Main Terminal Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi yang berlokasi di Makassar, Bitung, Baubau, dan Donggala telah menyalurkan Biosolar B50.
Sementara itu, implementasi pada sejumlah End Terminal dilakukan bertahap mengikuti jadwal kedatangan pasokan. Fuel Terminal Kendari menjadi terminal pertama yang telah memulai penyaluran, sedangkan terminal lainnya akan menyusul setelah menerima suplai produk.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 457 SPBU di Sulawesi telah melayani penyaluran Biosolar B50. Jumlah tersebut terdiri dari 235 SPBU di Sulawesi Tenggara,
110 SPBU di Sulawesi Selatan, 64 SPBU di Sulawesi Utara, dan 48 SPBU di Sulawesi Tengah.
Angka ini diproyeksikan terus bertambah seiring berjalannya proses implementasi di seluruh jaringan terminal penyalur.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa implementasi Biosolar B50 dilakukan dengan mengutamakan aspek kualitas produk, keandalan distribusi, serta ketersediaan pasokan bagi masyarakat.
“Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan seluruh aspek operasional siap mendukung implementasi Biosolar B50. Proses penyaluran dilakukan secara bertahap dan terukur dengan tetap menjaga kualitas produk, keandalan distribusi, serta ketersediaan stok agar kebutuhan energi masyarakat di seluruh wilayah tetap terpenuhi,” ujar Lilik pada Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, keberhasilan implementasi Biosolar B50 tidak terlepas dari sinergi antara Pertamina, regulator, pemerintah daerah,
serta mitra operasional yang terlibat dalam rantai distribusi energi.
“Kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk memastikan implementasi Biosolar B50 berjalan sesuai target. Kami akan terus menjaga kelancaran distribusi, kualitas produk, dan pelayanan kepada masyarakat selama masa transisi berlangsung,” tambahnya.
Sebagai bagian dari agenda transisi energi nasional, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi berkomitmen
memastikan penyaluran Biosolar B50 berjalan optimal tanpa mengganggu keandalan pasokan BBM.
Langkah ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan energi masyarakat, sektor transportasi, industri,
hingga pelaku usaha sekaligus memperkuat pemanfaatan energi yang lebih berkelanjutan di Indonesia.(Rls)












