Hargo.co.id, GORONTALO – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) tengah melaksanakan Kajian Perpustakaan Indonesia 2026. Kajian ini mencakup pengukuran Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM).
Untuk itu, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo mengimbau pengelola perpustakaan sekolah, guru, siswa, hingga masyarakat umum untuk ikut berpartisipasi dalam kajian tersebut.
Untuk pengukuran IPLM, sasaran di Gorontalo mencakup perpustakaan SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta. Pengisian data dilakukan oleh pengelola perpustakaan masing-masing satuan pendidikan.
Data yang dilaporkan merupakan kondisi perpustakaan selama periode 1 Oktober 2025 hingga 30 September 2026. Pengelola perpustakaan juga diminta menyiapkan dokumen bukti dukung atas data yang diisi.
Pengisian data IPLM berlangsung mulai 1 Oktober hingga 30 November 2026 melalui formulir yang disediakan Perpusnas.
Pengelola perpustakaan dapat mengakses formulir melalui s.id/IPLMG. Sebelum melakukan pengisian, pengelola dianjurkan menyimak video tutorial melalui s.id/IPLMT dan mempelajari panduan penyusunan dokumen bukti dukung melalui s.id/IPLMB.
Sementara itu, survei TKM terbuka bagi masyarakat umum, termasuk guru dan siswa berusia minimal 15 tahun. Pengisian kuesioner dilakukan secara mandiri melalui daring dan dapat dilakukan kapan saja.
Setiap satuan pendidikan diharapkan mengajak sedikitnya 40 responden dari kalangan guru dan siswa untuk mengikuti survei tersebut. Sekolah dapat membantu dengan membagikan tautan kuesioner atau memfasilitasi pengisian bersama di lingkungan sekolah.
Kuesioner TKM 2026 dapat diakses melalui s.id/SurveyTKM2026 atau s.id/SurveiGemarMembaca2026.
Kajian tersebut disampaikan Perpusnas melalui surat Nomor B.4327/4/APB.00.02/IX.2026 tertanggal 9 September 2026. Surat itu ditujukan kepada kepala dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Dalam surat tersebut, Perpusnas menjelaskan IPLM dan TKM menjadi indikator kinerja kunci penyelenggaraan urusan perpustakaan oleh pemerintah daerah yang dinilai setiap tahun. Dukungan pemerintah daerah diperlukan dalam proses pengumpulan data tersebut.
Sebelum pengumpulan data dimulai, Perpusnas juga telah melakukan sejumlah rapat koordinasi secara daring bersama perpustakaan daerah, termasuk Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo. Koordinasi membahas tahapan pelaksanaan serta teknis pengisian data.
Partisipasi masyarakat dan satuan pendidikan dinilai penting untuk menghasilkan data yang menggambarkan kondisi literasi dan layanan perpustakaan secara lebih sesuai dengan keadaan di lapangan.
Semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi dalam survei, semakin banyak pula data yang dapat menjadi gambaran tingkat kegemaran membaca masyarakat Gorontalo.
Bagi pengelola perpustakaan atau masyarakat yang mengalami kendala teknis maupun membutuhkan pendampingan, dapat menghubungi Aditya melalui WhatsApp di nomor 085756456303.(Diyanti)












