Gorontalo

Panen Aneka Komoditas di Boalemo, Wagub Idah Minta Pertanian Jadi Ladang Kesejahteraan

×

Panen Aneka Komoditas di Boalemo, Wagub Idah Minta Pertanian Jadi Ladang Kesejahteraan

Share this article
Panen Aneka Komoditas di Boalemo, Wagub Idah Minta Pertanian Jadi Ladang Kesejahteraan
Wagub Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie tengah berbincang dengan seorang petani disela-sela menghadiri panen simbolis berbagai komoditas pertanian di lahan milik Riston Djafar, Desa Kuala Lumpur, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Kamis (5/11/2026).

Hargo.co.id, GORONTALO – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, mendorong petani terus mengembangkan budidaya aneka komoditas pertanian dengan memanfaatkan benih unggul.

Berita Terkait:  Gelar Pemeran UMKM dan Pelayanan Publik, Pemprov Apresiasi Kanwil Kemenkumham

Menurutnya, inovasi dan pengelolaan lahan secara optimal menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

Pesan tersebut disampaikan Idah saat menghadiri panen simbolis berbagai komoditas pertanian di lahan milik Riston Djafar, Desa Kuala Lumpur, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Kamis (5/11/2026).

Berita Terkait:  Minggu Bugar, Warga Gorontalo Antusias Ikuti Jalan Sehat dan Senam Bersama

Dalam kesempatan itu, Wagub Idah melihat langsung hasil budidaya yang menggunakan benih unggul Cap Panah Merah. Ia mengapresiasi pertumbuhan tanaman yang dinilai menunjukkan hasil menjanjikan, terutama cabai dan semangka.

Tanaman cabai atau rica terlihat tumbuh subur dengan buah yang lebat dan berukuran besar. Sementara tanaman semangka mampu menghasilkan hingga dua buah dalam satu pohon dengan kualitas yang baik.

Berita Terkait:  Kadispora Gorontalo Hadiri Lokakarya Pembibitan Olahraga dan Persiapan POPNAS XVII 2025

Lahan pertanian yang dikembangkan mencapai tiga hektare dengan beragam komoditas hortikultura dan pangan.

Mulai dari semangka, labu madu, bawang merah, cabai, cabai keriting, tomat, terung, jagung, kacang panjang, bawang daun, kol hingga kangkung. Khusus lahan milik Riston yang menjadi lokasi panen, luas tanaman mencapai sekitar setengah hektare.

Berita Terkait:  Peringkat 6 Implementasi KMP, Menkop Budi Arie Apresiasi Kemajuan Gorontalo

Wagub Idah berharap kegiatan pertanian seperti ini tidak berhenti sebatas demonstrasi atau pameran hasil panen saat acara berlangsung. Ia ingin potensi pertanian masyarakat dapat terus dikembangkan dan ditampilkan secara rutin sebagai sarana promosi pangan lokal.

“Saya berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi pameran hasil panen pada saat acara berlangsung, tetapi dapat terus berkelanjutan. Bahkan, kalau memungkinkan, hasil pertanian masyarakat bisa ditampilkan secara rutin sebagai bentuk promosi pangan lokal sekaligus memperkenalkan potensi ketahanan pangan daerah,” ujar Wagub Idah.
Berita Terkait:  Pemprov akan Hapus Penerima Bantuan yang Main Judol dan Perokok

Ia menambahkan, keberhasilan usaha pertanian tidak semata-mata ditentukan oleh kualitas benih. Kemauan untuk berinovasi, kedisiplinan, ketekunan, serta perawatan tanaman secara konsisten juga menjadi faktor penting dalam menghasilkan panen berkualitas.

Maka dari itu, Wagub Idah berharap pihak Cap Panah Merah tidak hanya menyediakan benih unggul, tetapi juga terus mendampingi petani dalam proses budidaya agar produktivitas tanaman dapat mencapai hasil maksimal.

Berita Terkait:  HUT ke-81 RI Jadi Momentum Bappeda Perkuat Komitmen Pembangunan Daerah

Perhatian Wagub Idah juga tertuju pada keterlibatan kelompok wanita tani. Ia mendorong kelompok tersebut semakin aktif mengembangkan kegiatan pertanian, sekaligus memperluas regenerasi petani dengan melibatkan kalangan anak muda.

Menurutnya, sektor pertanian harus menjadi peluang usaha yang menarik bagi generasi muda, termasuk para sarjana. Dengan pengelolaan yang serius dan inovatif, pertanian tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan di perdesaan.

Berita Terkait:  Bersama ORARI, Satpol PP dan Damkar Provinsi Gorontalo Gelar Gowes

“Kita ingin semakin banyak anak muda, termasuk para sarjana, yang mau kembali ke desa dan menciptakan lapangan pekerjaan melalui sektor pertanian. Tidak ada yang mustahil untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pertanian jika dikelola dengan sungguh-sungguh,” ungkapnya.

Wagub Idah menegaskan, penguatan pertanian dari tingkat desa hingga rumah tangga merupakan bagian penting dalam membangun kemandirian pangan. Upaya tersebut sekaligus mendukung agenda Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional.(Rls) 

Berita Terkait:  Gubernur Gusnar Penuhi Janji, Perwakilan BEM UNG Dipertemukan dengan Mendagri