Mengolah Ban Bekas Menjadi Produk Berkelas

×

Mengolah Ban Bekas Menjadi Produk Berkelas

Sebarkan artikel ini
KREATIFITAS Ban Bekas yang dibuat Agus Baikku, warga Desa Pentadio Barat, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. (FOTO: AYI/GORONTALO POST)

Tahun 2014 silam, Agus Baiku (46), sering garuk kepala. Pendapatannya sebagai abang bentor terkadang tak cukup di tengah meningkatnya kebutuhan ekionomi keluarga. Namun kini, ia bisa meraup hingga Rp 300 ribu per hari berkat kreafitasnya mengolah ban bekas

Muhammad Alfarisi Ali – Telaga Biru

Kulitnya sawo matang dengan sedikit tonjolan urat pada kedua lengannya. Sebuah gelang besi melingkari lengan kirinya, sedikit kontras dengan warna kulitnya.

Sementara tangan kanannya, terus menggenggam sebilah pisau yang tak henti mengiris dan menyayat sebuah ban bekas yang tengah digarapnya.

Melihat kilatannya, nampaknya pisau tersebut terus tajam, karena sesekali pria dengan potongan rambut lurus itu mengasah bilah pisau yang digenggamnya pada gerinda yang juga terlihat mulai menipis.

Terlihat begitu serius, sambil sesekali kepalanya didongakkan untuk sejenak menikmati pemadangan sekelilingnya. Mungkin juga saat mendongak itu dimanfaatkan untuk melihat sejenak kumpulan kreasi daur ulang berbahan ban bekas yang telah dikerjakannya.

Atau juga untuk memantau, siapa tau ada seseorang yang singgah dan menawar aneka kerajinan berbahan ban bekas. Mata pria itu nampak sedikit menyipit saat memperhatikan awak Gorontalo Post yang baru saja mengucap salam di depannya. Sesaat kemudian bibirnya menyungging senyum.

“Silahkan lihat lihat dulu pak, siapa tau berminat,” sapanya hangat sembari menghentikan sejenak pekerjaannya. Percakapan singkat terjadi, dan pria yang bernama Agus Baiku itu dengan senang hati bersedia membagi kisahnya menggeluti kerajinan berbahan ban bekas.

“Beberapa jenis barang bisa saya buat dari ban bekas, mulai dari pot bunga, tempat sampah, loyang, hingga permainan ayunan untuk anak-anak,” tuturnya sembari tangannya menunjuk satu persatu contoh hasil kerjanya yang berjejer menghiasi sebuah gubuk kecil yang menyerupai bengkel.

Gubuk itu berada di jalan Limboto Raya, Desa Pentadio Barat Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.

Rupanya, Agus belum terbilang lama menggeluti pekerjaanya sebagai pengrajin ban bekas.

“Baru sekitar dua tahun kemarin saya memulai usaha ini,” katanya.