Hargo.co.id – Untuk kali pertama, Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Belarusia Dr Mohamad Wahid Supriyadi berkunjung ke Masjid Sobornaya Regional Tyumen. Kunjungannya pada Selasa (21/3) merupakan kunjungan istimewa karena di samping kunjungan perdana, beliau didampingi oleh deratan pejabat KBRI Moscow.
Yaitu Minister Konselor Pensosbud, Darmawan Suparno; Atase Perdagangan, Haryono Hadi Prasetyo; dan Sekretaris Kedua Fungsi Ekonomi, Mia Virnalisi. Untuk menyambut kunjungan mereka, ada Organisasi Muslim Tyumen diwakili oleh Ketua Dewan Mufti Organisasi Islam Tyumen Hazrat Zinnat Shaddiq, Wakil Mufti Organisasi Islam Tyumen Hazrat Iskandar, Hakim dan Imam Masjid Umar Ibn Khattab, Hazrat Rustam Kamaliev, dan Imam Masjid Sobornaya Tyumen, Hazrat Jinnat.
Dalam kunjungan tersebut, Wahid menjelaskan pentingnya hubungan bilateral antara Islam Indonesia dengan Rusia. Karena, kedua komunitas muslim ini ada ikatan emosional yang harmonis laksana dua saudara.
Muslim Indonesia dan Rusia telah menjalin komunikasi dan kerjasama dalam tempo yang sangat lama. ’’Saya berharap dengan silaturrahmi ini akan membuka jalan bagi muslim Indonesia untuk mengunjungi Tyumen. Banyak masjid dan situs bersejarah Islam di Tyumen sehingga dapat menjadi daya tarik muslim Indonesia untuk mengunjungi Tyumen,’’ jelasnya.
Dia juga mengungkapkan, sangat memungkinkan orang Rusia bila ingin belajar keilmuan Islam di Indonesia. Saat ini tersedia banyak beasiswa dari pemerintah Indonesia, diantaranya dari Universitas Islam Negeri Jakarta, Universitas Negeri Jakarta, maupun dari Kementerian Agama Republik Indonesia.
Beasiswa tersebut mencakup tunjangan hidup sebesar 8.700 Rubbel per bulan. Saat ini, semua jurusan magister di Indonesia ditempuh selama dua tahun. Tetapi, mahasiswa asing terlebih dahulu diwajibkan untuk belajar bahasa Indonesia selama satu tahun.
’’Saya rasa, mahasiswa akan cepat berkomunikasi dalam bahasa Indonesia. Mungkin dalam jangka waktu dua bulan, mereka sudah dapat berkomunikasi dalam bahasa Indonesia,’’ imbuhnya.
Yang tidak kalah penting untuk diketahui, hubungan Islam Indonesia-Rusia saat ini merupakan “Golden Eraâ€, ditandai dengan banyaknya kegiatan umat muslim Indonesia-Rusia dalam berbagai bidang, mulai kerjasama antar universitas Islam Indonesia-Rusia, bahkan empat bulan yang lalu ada mahasiswa Indonesia yang menikah di masjid Kul Syarif, Kazan yang disaksikan oleh Mufti Tatarstan.
Selain melakukan kegiatan keagamaan, kedua negara juga dapat meningkatkan hubungan melalui perdagangan maupun wisata religi. Saat ini, ketika muslim Indonesia berkunjung ke Rusia, mereka berkunjung ke Masjid Kul Syarif, Kazan, Masjid Biru, Sankt Peterburg atau yang dikenal dengan Masjid Soekarno, ataupun Masjid Katedral Moscow.
Karena itu, jika kerjasama bilateral ini berlanjut dengan kuantitas dan kualitas yang semakin meningkat, tentu akan dapat membangun citra positif bagi kedua bangsa, khususnya komunitas muslim Indonesia-Rusia pada masa yang akan datang. (ina/tia)
