Wah, Ada Pencatutan Nama PMII di Demo Kades Pone

×

Wah, Ada Pencatutan Nama PMII di Demo Kades Pone

Share this article
ilustrasi

GORONTALO, hargo.co.id – Sungguh miris. Nama organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) diduga mulai dicatut oleh oknum-oknum yang semestinya bukan lagi anggota organisasi untuk menggelar aksi demonstrasi.

Hal itu sebagaimana kasus aksi penuntutan pencopotan kepala desa Pone, Kecamatan Limboto Barat yang digelar di DPRD Kabupaten Gorontalo pada Rabu, (29/3). Kondisi ini pun menuai kecaman keras dari sejumlah alumni PMII Kota Gorontalo.

Salah satunya disampaikan Muhammad Dzikyan. Ia mengutuk keras ulah sejumlah oknum yang mengarahkan warga pada aksi untuk menuntut dicopotnya kapala Desa Pone dengan mencatut nama PMII. Menurutnya, ada sejumlah oknum yang dengan sengaja mencatut dan turut serta mengarahkan masa aksi dan membawa simbol-simbol organisasi PMII, padahal bukanlah anggota dan kader aktif PMII Kota Gorontalo.

“Kami punya bukti, siapa saja oknum yang sengaja mencatut organisasi PMII Kota Gorontalo. Dan saya tegaskan kepada publik, bahwa mereka itu bukan anggota dan kader aktif PMII,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan alumni PMII Kota Gorontalo lainnya yakni Risan Pakaya. Menurutnya, sejumlah oknum pencatut nama PMII Kota Gorontalo dalam aksi demo kemarin harus betanggungjawab karena tindakan tersebut adalah upaya memperburuk citra organisasi PMII Gorontalo. Apalagi di Kabupaten Gorontalo ada Pengurus Cabang PMII.

“Aneh jika ada yang demo mengatasnamakan PMII dan tidak diketahui pengurus cabang setempat,” ucapnya.

Risan menambahkan, saat ini PMII Kota Gorontalo terjadi dualisme kepengurusan, dan belum mempeoleh Surat Keputusan. Ia juga menilai, bahwa aksi demo kemarin sengaja ditunggangi oleh lawan politik dari Kades pone.

“Benar, bahkan lawan politiknya itu ikut berorasi,” bebernya.

Saat dikonfirmasi via Whatsapp, Ketua Cabang PMII Kabupaten Gorontalo, Noval Katili mengatakan tidak mengetahui aksi demo yang diinisiasi oleh oknum pencatut organisasi kemarin.

“Saya tidak tahu dan tidak ada koordinasi,” katanya. (tr-55/and)