Masih Sepi, Harga Sapi Diperkirakan Melonjak 3 Hari Jelang Idul Adha

×

Masih Sepi, Harga Sapi Diperkirakan Melonjak 3 Hari Jelang Idul Adha

Sebarkan artikel ini

Hargo.co.id GORONTALO – Tak terasa hari raya Idul Adha tinggal dua pekan lagi. Pun menjelang hari raya kurban tersebut, harga hewan kurban, terutama sapi, kian melonjak.

Di wilayah Limboto dan sekitarnya, sapi dengan perkiraan berat hingga 200 Kg harganya bisa mencapai Rp 25 Juta per ekor.

Update harga dari penelusuran Gorontalo Post, kemarin, Senin (21/8), harga sapi kurban jenis sapi bali dengan taksiran berat sekitar 80 Kg, harganya bisa mencapai Rp 17 Juta per ekor.

Yang termurah dengan jenis sapi yang berbeda, harganya mencapai Rp 8,5 Juta per ekor. Lain halnya dengan sapi taksiran ukuran mencapai 200 Kg, harganya berkisar Rp 22 Juta hingga Rp 25 Juta per ekor.

Namun sejumlah pedagang penampung ternak sapi mengakui jika saat ini pembelian sapi untuk kurban pada hari raya Idul Adha nanti masih sepi.

Heri Syaid, penampung sapi di wilayah Limboto mengungkapkan, sepinya permintaan sapi saat ini sudah biasanya terjadi.

Paling cepat, kata Heri, pemesanan akan melonjak saat sepekan jelang lebaran Idul Adha nanti.

“Biasanya, pembeli masih menunggu. Karena kalau mau dibeli sekarang, mereka harus merawat sapinya. Belum lagi harga pakan juga ikut-ikutan naik.

Makanya, biasa nanti 3 atau 2 hari sebelum hari raya,” kata Heri ketika disambangi di kediamannya, kemarin. Ditanyakan soal stok dan permintaan warga nanti, Heri mengaku saat ini stok sapi melimpah di wilayah Kabupaten Gorontalo dan sekitarnya. Bahkan, menurutnya, over kapasitas.

“Karena sebagian sapi di kirim ke Kalimantan. Tapi aman, masyarakat tidak perlu khawatir karena stok sapi melimpah di Gorontalo,” katanya.

Senada dengannya, Anang Mahmud juga mengakuinya. Menurut dia, dengan harga sapi yang sudah melambung ini, bukan tidak mungkin akan melejit lagi jelang hari raya Kurban, bergantung dari bobot dagingnya.

“Sekarang masih sunyi harganya sudah begini (naik,red), belum lagi 1 minggu sebelum hari raya, pasti akan naik lagi,” papar Anang.

Disinggung isu antraks, Anang menegaskan bahwa para penampung sapi di Gorontalo sudah melakukan uji laboratorium dan sudah mendapatkan surat izin dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang menunjukkan bahwa ternak sapi tersebut sudah aman.

“Saat kami masuk di sini, dari pemerintah langsung datang untuk mengambil sampel sapi dan semua hasilnya negatif dari berbagai penyakit. Jadi rata-rata penampung kami aman,” pungkasnya.(axl/hargo)