Hargo.co.id, SULUT – Transformasi digital menjadi salah satu kunci bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk bertahan sekaligus berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. Menjawab tantangan tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Sales Area Manado menggelar pelatihan peningkatan kapasitas bagi para mitra binaan UMKM.
Sebanyak 20 pelaku UMKM mengikuti kegiatan yang dipusatkan di Pertamina Way Sales Area Manado. Program tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital, memperluas pasar, serta meningkatkan pengelolaan usaha secara berkelanjutan.
Sales Area Manager Sulutgo, Angga Yudiwinata Putra, menjelaskan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah. Karena itu, Pertamina terus berupaya menghadirkan berbagai program pendampingan agar pelaku usaha mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Menurut Angga, keberhasilan sebuah usaha saat ini tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk,
tetapi juga kemampuan pelaku usaha dalam memasarkan produknya secara efektif melalui platform digital.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin para mitra binaan memiliki keterampilan yang lebih baik dalam memanfaatkan media digital untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing usaha mereka,” ujarnya.
Tidak hanya membahas strategi pemasaran digital, peserta juga memperoleh edukasi mengenai penggunaan LPG yang aman dan efisien untuk mendukung kegiatan usaha. Materi tersebut disampaikan oleh Sales Branch Manager Sulutgo IV Gas, Ahmad Fernando.
Selain itu, para peserta mendapatkan pemahaman terkait Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) Pertamina.
Sosialisasi yang dibawakan Sr. Officer I SMEPP PT Pertamina (Persero), Ferdy Saputra, memberikan gambaran
mengenai akses pembiayaan yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha mereka.
Sesi pelatihan semakin menarik ketika Tim CSR dan SMEPP PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Yoga Pratama, membagikan berbagai strategi promosi produk di media sosial.
Mulai dari teknik membuat konten yang menarik, membangun identitas merek,
hingga memanfaatkan berbagai platform digital untuk menjangkau konsumen secara lebih luas.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa
komitmen perusahaan terhadap UMKM tidak hanya diwujudkan melalui bantuan modal usaha,
tetapi juga lewat peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Menurutnya, pelaku UMKM perlu dibekali dengan kemampuan manajerial dan literasi digital agar mampu bersaing di era ekonomi modern.
“Pendampingan seperti ini menjadi bagian dari upaya Pertamina menciptakan UMKM yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan. Harapannya, para peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan omzet usaha sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih besar di lingkungan sekitarnya,” kata Lilik.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang dimanfaatkan peserta untuk berbagi pengalaman
serta menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan usaha.
Melalui program tersebut, Pertamina berharap semakin banyak UMKM lokal yang mampu naik kelas
dan menjadi penggerak ekonomi daerah yang tangguh di era digital.(Rls)












