Hargo.co.id – Puluhan warga yang menamai dirinya Masyarakat Peduli Lingkungan menggelar aksi terkait rencana pembangunan waduk Bulango Ulu, Bone Bolango (Bonbol), kemarin, Kamis, (21/8). Rencananya, waduk akan dibangun di Desa Mongilo pada 2019 mendatang.
Dari pantauan Gorontalo Post, warga yang menamai dirinya masyarakat peduli lingkungan ini melakukan unjuk rasa di depan kantor Camat Bulango Ulu. Dalam orasinya, warga ingin meminta penjelasan pembangunan waduk tersebut karena tersiar kabar bahwa dapat mengganggu hasil perkebunan warga sebagai petani jagung dan pengrajin gula aren.
“Pembangunan waduk ini tetap dipaksakan dengan dalih hanya untuk ketersediaan kebutuhan air terhadap masyarakat Bulango Ulu dan Bulango Utara, maka ini terlalu keliru kegunaannya,” ungkap Yasin saat berorasi.
Menurut Yasin, dirinya tidak perlu waduk raksasa yang menelan anggaran miliaran rupiah karena di wilayah Bulango Ulu, klaimnya, tidak akan kehabisan sumber daya air.
Sementara itu, pejabat berwenang dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II Gorontalo, Arsin Mokoagow, mengatakan, bahwa sejatinya rencana pembangunan waduk Bulango Ulu sudah sesuai dengan tahapan dan tidak ada lagi masalah ketika digelar sosialisasi.
Tahap pertama pembangunan waduk tersebut yakni studi yang dilaksanakan pada 2015 dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat.
Tahap kedua tahun 2016, lanjut Arsin, dilakukan peninjauan geologi, dan tahun ini, dilakukan detail desain sekaligus kegiatan Analisis Dampak Linkungan (Amdal).
Dan rencananya tahun depan adalah kegiatan Sertifikasi, “Sebelum kami melakukan kegiatan, kami sudah menyurat ke bupati. Dan kami sudah melakukan sosialisasi jauh-jauh hari. Makanya, saya pribadi kaget kemarin. Tapi, pro dan kontra itu adalah hal yang biasa,” ungkap Arsin, kemarin.
Terkait unjuk rasa tersebut, pihaknya memperkirakan bahwa masyarakat membutuhkan sosialisasi yang lebih intens dan lebih detail lagi. Dan pihaknya, BWS Sulawesi II Gorontalo, siap melakukan sosialisasi dari awal lagi jika diperlukan, “Mungkin masih ada masyarakat yang belum tahu persis apa yang akan kita laksanakan.
Boleh jadi, kalau diperlukan kita sosialisasi dari awal lagi,” tandasnya. Namun demikian, pihaknya tetap membutuhkan dukungan khususnya dari Pemkab Bone Bolango dan Pemprov Gorontalo demi terlaksananya kegiatan ini.(tr-54/hg)
