Teman Tapi Menyakitkan

×

Teman Tapi Menyakitkan

Share this article

Hargo.co.id, ZETIZEN - Zetizen Gorontalo pasti punya teman atau sahabat dong ya? Memang di zaman sekarang, hubungan pertemanan hampir menjadi kebutuhan semua orang, terlebih bagi para remaja. Ada pertemanan yang terbentuk karena alasan-alasan tertentu, ada pula yang terbentuk secara alami.

Tapi, tahu tidak kalau ada jenis pertemanan yang tidak sehat? Hubungan pertemanan jenis ini bukan menciptakan kenyamanan dan kebahagiaan, malah justru merugikan diri kita sendiri. Seperti apa hubungan pertemanan yang tidak sehat itu? Yuk simak poin-poin berikut ini!

1. Menganggap satu sama lain sebagai kompetitor
2. Suasana hatinya (si teman) naik turun. Kadang baik dan perhatian, kadang sensitif dan pemarah
3. Iri saat melihat kita lebih akrab dengan orang lain
4. Harus berpura-pura di hadapannya agar ia tak tersinggung
5. Setelah melewatkan waktu bersamanya, kita kehabisan waktu untuk hal lain
6. Sering curhat, tapi tak hadir saat kita butuhkan

So, ada Zetizen Gorontalo yang punya hubungan pertemanan jenis ini? (hargo/ZT-11)

  Sukaty Sarmin

Jaga Jarak

Apabila aku punya teman tapi menyakitkan, jelas aku pasti akan kecewa. Misalnya dia baik didepanku, tapi tidak baik ketika dibelakangku. Seperti berkata-kata yang baik ketika ada aku, namun berlaku sebaliknya bila aku tidak ada. Maka aku akan langsung jaga jarak, yang penting aku cukup tahu saja. Aku tidak akan memusuhinya, cukup dengan memberi jarak saja. Dari yang mungkin tadinya dekat sekali, langsung dibatasi. Agar dia tahu dan sadar diri. (ZT-08)

 

Cikitha Feblistya Hasan
Agroteknologi, UNG

Temen Mah Gitu

Namanya juga temen, kalau mereka berbuat atau berlaku tidak baik dibelakang kita ya tidak perlu digubris. Makanya aku agak hati-hati untuk berteman apalagi sampai menaruh kepercayaan penuh ke mereka. Karena bisa jadi hal-hal baik yang kita lakukan untuk dia akan dibalas sebaliknya. (ZT-10)

 

Aprilia Atiki
Ilmu Komunikasi, UNG

Menjalin Pertemanan

Sejauh ini aku belum merasakan ada hal-hal yang fatal selama aku menjalin pertemanan. Seharusnya sebagai teman yang baik apa pun masalahnya bagusnya diceritain, kalau ada apoa-apa ngasih tahu, saling terbuka gitu lho. Kalau udah main bicara dibelakang untuk apa berteman kalau misalnya hubungan pertemanannya malah tidak sehat? (ZT-10)