Mobnas Kepala DPMPTSP Tabrak Dua Warga

×

Mobnas Kepala DPMPTSP Tabrak Dua Warga

Share this article
Mobil Dinas Kepala DPMPTSP Kabgor yang menabrak dua warga di jalan Reformasi, kemarin. Perkara ini pun sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

Hargo.co.id, Gorontalo – Kecelakaan kembali terjadi di ruas Jalan Reformasi, Kelurahan Kayubulan, Limboto, kemarin, Kamis (25/1) pagi. Dua warga Kelurahan Hepuhulawa, yakni Iki (25) dan Hengki (50) disambar mobil dinas (Mobnas) milik Pemkab Gorontalo dengan nomor polisi DM 54 B.

Ironisnya, usai tabrakan Mobnas tersebut tak berhenti dan terus melaju. Belakangan diketahui Mobnas tersebut milik Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabgor, Ibrahim Yantu.

“Benar, tadi (kemarin,red) ada tabrakan di jalan Reformasi. Mobilnya memang mobil operasional dinas,” kata Kasat Lantas Polres Gorontalo, AKP Satrio Prayogo, kemarin. Dari informasi yang diterima Gorontalo post, yang mengendarai mobnas hitam merek Toyota Avanza itu adalah supir Kepala DPMPTSP Kabgor, Noval Gobel (29).

Sebelumnya, kecelakaan tersebut terjadi pada pukul 10.45 Wita. Saat itu mobil yang dikendarai Noval Gobel melaju dari arah Bandara Djalaludin Gorontalo menuju Telaga. Saat itu, Noval hendak menjemput isteri bosnya dan seorang keponakan.

Namun saat melintas di jalan Reformasi, Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto, muncul dari arah berlawanan mobil lain saat Noval hendak melewati Bentor yang terpakir tersebut.

Noval yang mencoba menghindari tabrakan tersebut, membuat mobnas tersebut menyambar Iki dan Hengki yang duduk santai di dalam bentor. Dua warga Kelurahan Hepuhulawa tersebut pun beserta bentor DM 2259 BV tersebut terjun bebas ke sawah.

Saat itu di sekitar lokasi ada sejumlah petani yang sedang memanen padi. Mereka pun langsung mengerumuni bentor dan mencoba memberi pertolongan kepada kedua warga tadi.

Noval yang sempat berhenti akhirnya kembali tancap gas setelah melihat sejumlah petani yang memegang arit. Noval mengaku takut jangan sampai terjadi apa-apa. Noval pun menyerahkan diri ke Satlantas Polres Gorontalo.

Menurut salah seorang saksi mata, Olin (35), sangat menyayangkan jika mobil dengan warna plat milik pemerintah tersebut pergi begitu saja dan tidak berhenti saat kecelakaan terjadi.

“Padahal tadi supir sempat berhenti, tapi dia pergi lagi. Kalau tadi berhenti kan bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Korban juga tidak mengalami luka berat atau parah, hanya saja bentor yang jatuh ke sawah cukup parah,” ujarnya.

Saat ditemui di Satlantas Polres Gorontalo, Noval mengaku alasannya tak berhenti usai tabrakan bahwa dirinya jadi takut karena sebagian warga yang berkumpul memegang arit.

Khawatir jadi sasaran amukan warga, dirinya pun memilih untuk pergi untuk mengamankan diri ke Polres Gorontalo.

“Tadi saya sudah takut karena mereka ada yang bawa arit, jadi saya memilih pergi karena di dalam mobil ada perempuan dan satu anak-anak,” ungkap Noval. Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabgor, Ibrahim Yantu, mengugkapkan, jika pihaknya telah melakukan musyawarah dengan korban tabrakan tersebut. Dan bersedia untuk mengganti semua kerugian yang dialami korban.

Sedang untuk korbannya sendiri meski tidak mendapat luka apa-apa namun pihaknya bersedia jika sewaktu-waktu terjadi apa-apa dengan korban. “Untuk persoalannya, Alhamdulillah sudah diselesaikan secara kekeluargaan sehingga korban pun bersedia menandatangani surat pernyataan tidak keberatan,” jelas Ibrahim.

Hal itu juga dibenarkan oleh Kasat Lantas AKP Satrio Prayogo. Dia menjelaskan bahwa kejadian tersebut bukanlah tabrak lari dan perkara tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Tadi juga perkaranya sudah diselesaikan kedua belah pihak,” tandas dia.(tr-56/hg)